MEDAN, kedannews.co.id – Peringatan milad ke-5 Majelis Taklim Al Haura yang dirangkaikan dengan Maulid Nabi Muhammad SAW berlangsung khidmat di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumatera Utara, Jalan Diponegoro No.30, Medan, Sabtu (17/1). Kegiatan ini dihadiri ratusan jamaah dan sejumlah pejabat daerah, sekaligus menjadi ruang penyampaian aspirasi terkait dukungan pemerintah terhadap aktivitas keagamaan dan sosial.
Selain rangkaian doa dan tausiyah, kegiatan tersebut juga memuat agenda sosial berupa santunan kepada kaum dhuafa, tukang ojek, serta anak-anak yatim. Momentum milad lima tahun ini menegaskan eksistensi Majelis Taklim Al Haura sebagai wadah pembinaan keagamaan dan pemberdayaan perempuan yang aktif di tengah masyarakat Sumatera Utara.
Dalam sambutannya, Ketua Majelis Taklim Al Haura, Erna Sitepu, menyampaikan refleksi perjalanan organisasi yang dipimpinnya sejak berdiri hingga kini.
“Saya mendirikan Al Haura atas dasar illahi ta’allah, tanpa dukungan dan dekingan siapapun. Alhamdulillah bisa hadir di tengah-tengah masyarakat sebagai penyejuk. Mengajak umat muslim untuk bisa lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Alhamdulillah hari ini acara milad Al Haura bisa digelar meriah di aula Raja Inal Siregar kantor Gubernur Sumut. Meski saya kecewa sekali dengan Ka.Biro Umum kantor Gubernur yang seolah tidak mendukung kegiatan keagamaan ini,” ujar Erna.
Ia mengungkapkan bahwa pada tahun-tahun sebelumnya, dukungan pemerintah provinsi terhadap kegiatan Majelis Taklim Al Haura dirasakan cukup kuat, baik dari sisi fasilitas maupun program sosial.
“Acara ini bukan hanya acara modal, tapi juga ada berbagi dengan kaum dhuafa, tukang ojek, anak-anak yatim. Miris sekali, tahun-tahun yang lalu waktu gubernur yang lalu kita di dukung penuh, semua program kita juga di dukung. Bukan untuk pribadi tapi untuk umat, dan yang disalurkan juga bukan dari dana pribadi, tapi uang rakyat, uang umat, sungguh saya kecewa dengan Ka.Biro Umum Provsu. Kegiatan agama lain di didukung, kami tidak, dimana letak salahnya,” tegasnya.
Meski menyampaikan kekecewaan, Erna tetap mengapresiasi respons cepat Pemerintah Kabupaten Deli Serdang yang disebutnya sigap memberikan dukungan, serta soliditas anggota Majelis Taklim Al Haura yang sebelumnya juga terlibat dalam penyaluran bantuan ke daerah bencana. Ia juga menekankan pentingnya peran kaum ibu agar tidak apatis terhadap persoalan sosial dan kebangsaan, termasuk dalam menyampaikan kritik konstruktif kepada pemerintah.
Komitmen Al Haura untuk terus bergerak di bidang pendidikan, dakwah, sosial, dan pemberdayaan perempuan kembali ditegaskan dalam kegiatan tersebut. Organisasi ini menyatakan kesiapan menjadi mitra strategis pemerintah, sekaligus pengingat moral demi kemaslahatan umat dan bangsa, dengan berlandaskan nilai Islam yang rahmatan lil alamin.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Bupati Deli Serdang, Lom Lom Suwondo SS, yang hadir bersama Ketua I Bidang Pembinaan Karakter Keluarga TP PKK Deli Serdang, Ny Asniar Lom Lom Suwondo, memberikan dukungan terbuka kepada Al Haura.
“Satu tetes air mata seorang ibu, itu sangat berharga dan mampu menggetarkan hati siapa pun. Kami tahu bagaimana perjuangan ibu-ibu Al Haura. Karena itu, kami ingin menegaskan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang akan selalu bersama Al Haura,” tegasnya. Ia berharap Al Haura terus mengakar dan menjadi penguat kaum muslimah dalam perjuangan di jalan kebaikan.
Sementara itu, Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution melalui sambutan tertulis yang dibacakan Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Provinsi Sumatera Utara, Abu Kosim S.Sos MAP, menekankan peran majelis taklim sebagai ruang pembentukan akhlak dan karakter umat. Pesan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW juga disampaikan sebagai pengingat pentingnya keseimbangan antara kemajuan dan keimanan.
“Kami insyaallah akan menyampaikan keluhan ibu ketua langsung, mudah-mudahan kedepannya akan lebih baik lagi, selain itu mewakili Gubernur Sumut beliau menitipkan salamnya kepada seluruh jemaah majelis taklim Al Haura. Di tengah tantangan zaman, derasnya arus informasi, dan perubahan sosial yang cepat, nilai-nilai Isra Mikraj mengingatkan kita kemajuan sejati harus berjalan seiring dengan keimanan, akhlak, dan keteladanan,” ucapnya.
Ke depan, Majelis Taklim Al Haura berencana melanjutkan program-program sosial dan pendidikan yang telah berjalan, sembari membuka ruang dialog dengan pemerintah daerah terkait dukungan fasilitas dan kebijakan. Harapannya, sinergi antara masyarakat dan pemerintah dapat terus diperkuat demi pembangunan keagamaan dan sosial yang inklusif di Sumatera Utara.












