Kemudian massa petani akhirnya bisa bertemu Bupati Dairi, Eddy Berutu.
Terkait sikap pemerintah Dairi terhadap keluhan petani, bupati berjanji akan membahasnya kemudian menyurati atasannya.
“Saya harus melihat secara keseluruhan, tentu saya akan telaah saya akan bersurat dan saya tunggu perintah dari atasan saya,” kata Bupati.
“Kami akan akan melaporkan ke atasan dan kalau saya dipanggil ke kementerian saya akan datang,” tambah bupati.
Eddy Berutu menyampaikan, otoritasnya terbatas terkait PT DPM dan PT Gruti.
“Kita harus melihat secara bersama sama, UMKM kita lindungi, hak-hak adat kita lindungi. Oleh karena itu perusahaan juga warga negara. Dia juga punya hak hak, jadi saya juga harus melihat, kalau perusahaan salah kita tindak nanti,” ujar Bupati.
Tak lama Bupati Dairi beranjak meninggalkan massa, petani mengaku tidak puas dengan jawaban bupati.
“Kita belum puas dengan jawaban bupati itu. Jawaban bupati normatif. Tapi tidak apa kita sudah bisa memaksa bupati keluar menemui kita,” ujar Duat Sihombing berorasi.
“Begitulah realita yang kita hadapi saat ini bupati tidak berpihak kepada kita. itulah realita,” tambah Duat.
Mereka berencana membuat surat bertemu Presiden.
“Saya pikir sudah selesai tidak ada lagi hal yang urgen yang kita sampaikan karena kita sudah tau sikap bupati kita hari ini,” kata Duat.
Aksi diakhiri dengan membersihkan sampah di lokasi aksi demo depan kantor Bupati Dairi.
Penulis: Rudianto
Editor: Cut Riri












