Deli Serdang, kedannews.co.id – Aparat kepolisian masih mendalami penyebab kematian Indra Utama (45), mantan prajurit TNI yang ditemukan meninggal dunia dengan sejumlah luka lebam di tubuhnya di Desa Bulu Cina, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.
PS Kanit Reskrim Polsek Hamparan Perak, Revalino Peragin-angin, mengatakan pihaknya menerima laporan dari keluarga korban pada Selasa (3/3/2026).
“Awalnya keluarga mendapat informasi bahwa korban meninggal dunia di klinik. Mereka kemudian datang ke Polsek untuk melapor,” ujarnya, Rabu (4/3/2026).
Jenazah Diautopsi
Polisi mengarahkan keluarga untuk membuat laporan resmi dan membawa jenazah ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan guna dilakukan autopsi.
Menurut Revalino, keluarga merasa ada kejanggalan karena ditemukan sejumlah memar di bagian kepala, tangan, kaki, dan tubuh korban.
“Tidak ada luka tusuk, tetapi terdapat lebam membiru di beberapa bagian tubuh. Untuk penyebab pasti, kami masih menunggu hasil autopsi,” jelasnya.
Saat ini, polisi juga memeriksa rekaman CCTV serta meminta keterangan sejumlah saksi di sekitar lokasi kejadian. Dugaan keterlibatan petugas keamanan perkebunan juga tengah didalami.
Dugaan Penganiayaan
Informasi yang dihimpun dari keluarga menyebutkan, sebelum meninggal, korban diduga diamankan oleh petugas keamanan perkebunan karena dituduh mencuri tandan buah sawit milik PTPN IV Regional II Tandem Group.
Sudarmanto (46), Kepala Dusun 14 Desa Bulu Cina sekaligus kerabat korban, mengatakan ia menerima kabar meninggalnya Indra sekitar pukul 00.30 WIB. Jenazah kemudian dijemput dari sebuah klinik sebelum akhirnya dibawa untuk proses autopsi.
Menurut keterangan saksi yang diterima keluarga, korban diduga sempat mengalami kekerasan sebelum akhirnya dilarikan ke fasilitas kesehatan oleh pihak keamanan perkebunan.
“Keluarga mengakui jika korban mungkin melakukan kesalahan. Namun, kami menyayangkan jika ada tindakan main hakim sendiri,” ujar Sudarmanto.
Proses Hukum Berjalan
Jenazah Indra telah dimakamkan usai proses autopsi selesai dilakukan. Polisi menegaskan penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan ada tidaknya unsur tindak pidana dalam peristiwa tersebut.
Pihak kepolisian berjanji akan memproses laporan keluarga secara profesional dan transparan guna mengungkap penyebab kematian korban.












