Medan, Kedannews.com – Anggota DPRD Sumut Hendro Susanto minta pihak kepolisian mengusut tuntas tragedi tabrakan maut Kereta Api versus/kontra mini bus wisata di Sei Buluh menewaskan lima penumpang minibus tersebut.
“Kita minta kepolisian segera mengusut tertabraknya mobil minibus penumpang oleh Kereta Api, karena warga dapil saya yang menjadi korban tragedi tersebut,” ujar anggota dewan dari dapil (daerah pemilihan) XII ini kepada wartawan, Sabtu (25/6/22) melalui telepon seluler di Medan.
Jika ada unsur kesalahan dari pihak KAI tidak memasang palang pintu di lintasan Kereta Api dan jalan raya, lanjut Wakil Ketua FPKS DPRD Sumut ini, patut diduga ada unsur kesalahan, sehingga menyebabkan hilangnya nyawa manusia.
“Harusnya palang pintu di lintasan Kereta Api dan jalan yang digunakan masyarakat lalu lalang tetap disiagakan dan dipasang ketika kereta api akan melintas, karena jalan tersebut merupakan jalan penghubung antar desa,”ungkap politisi PKS ini.
Karena itu, tandas Hendro lagi, tragedi tewasnya menumpang minibus akibat ditabrak kereta api harus diusut tuntas dan harus ada yang bertanggung jawab terhadap hilangnya nyawa manusia akibat tragedi tersebut.
Sebelumnya diberitakan, tabrakan maut mini bus iwisata kontra kereta api di perlintasan Kereta Api Dusun I Desa Sei Buluh Kecamatan Perbaungan Sergai menewaskan 5 penumpang dan empat penumpang mengalami luka-luka. Kecelakaan terjadi Kamis (23/6/2022). Supir bus wisata tersebut dikemudikan warga dusun VIII Kampung Nangka Desa Aracondong Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat.
Kasatlantas Polres Sergai AKP Gandhi Hutagaol menyebutkan, mobil mini bus wisata itu datang dari arah Pantai Kelang menuju arah jalan provinsi Desa Sei Buluh. Saat tiba diperlintasan Kereta Api, supir kurang berhati-hati dan tidak memperhatikan perlintasan Kereta Api yang tanpa palang. Lalu kereta api tanki yang datang dari arah Tebingtinggi menuju Kota Medan langsung menabrak bagian samping kiri mini bus wisata tersebut. (cutriri)












