Batu Bara, kedannews.com – Tidak ingin masalah dua kelompok remaja yang masih usia belasan tahun, terlibat tawuran lanjutan, Polsek Lima Puluh yang dipimpin langsung oleh Kapolsek AKP Rusdi, langsung turun ke lokasi fasilitasi perdamain kedua kelompok yang bertikai.
Proses perdamaian antar dua kelompok remaja, Desa Mangkai Baru dan Desa Sumber Makmur, di gelar di Aula Kantor Desa Sumber Makmur, Kecamatan Lima Puluh, Batu Bara. Minggu (14/11/2021).

Kapolsek Lima Puluh, AKP Rusdi, menjelaskan, peristiwa tawuran terjadi sekira pukul 00.30. WIB, Minggu dinihari.
“Masalahnya sangat sepele, hanya saling ejek, masalah anak remaja,” jelas AKP Rusdi.
Beruntung warga sekitar langsung sigap untuk melerai, dan jumlah anak remaja pun tidak begitu ramai, jelas AKP Rusdi.
“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tawuran tersebut,” ungkap Rusdi.
Tawuran itu perbuatan konyol, apalagi di era globalisasi, semua berlomba untuk bersaing ilmu pengetahuan, sudah tidak zamannya adu otot, ketus AKP Rusdi.
Hari ini seluruh yang terlibat dipanggil, kedua belah pihak sudah islah dan saling bersalam – salaman, ulas Rusdi.
Sebelumnya kedua belah pihak telah membuat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatan yang tidak terpuji tersebut, disaksikan juga oleh para orang tua remaja yang terlibat, kata Kapolsek.
Semua kesepakatan damai di saksikan oleh dua Kepala Desa (Kades), Kades Mangkai Baru, Sugiyanti, dan Sumber Makmur, Aprianto.
“Bhabinkamtibmas dan Babinsa juga kita libatkan dalam perdamaian tersebut,” ungkap Rusdi .
Polsek Lima Puluh akan meningkatkan patroli pada malam hari, dan apabila ditemukan remaja yang bergerombolan akan dibubarkan, apalagi diatas jam 24.00. WIB, tegas Kapolsek.
Kapolsek Lima Puluh juga menghimbau kepada orang tua yang mempunyai anak remaja, agar lebih ditingkatkan lagi perhatiannya untuk mengawasi anak masing – masing.
“Peran serta orang tua sangat penting, untuk melarang anak remajanya keluyuran pada malam hari, menghindari hal – hal yang tidak diinginkan,” himbau Rusdi
Mengatasi kenakalan remaja harus ada kerja sama antara warga, perangkat desa dan kepolisian.
Kedepan apabila warga mendengar ada riak – riak akan terjadi tawuran segera lapor ke Polsek Lima Puluh, ungkap Kapolsek sambil memberikan nomor kontaknya.
Polsek Lima Puluh akan menindak tegas apabila kembali terjadi tawuran, dan apabila terlibat tawuran, kepengurusan SKCK tidak akan diterbitkan oleh Kepolisian, tandas Kapolsek Lima Puluh.
Sampai berita ini diturunkan situasi dua desa tersebut dalam keadaan aman dan kondusif. (Plk).












