Berita Utama & HeadlineEkonomi & Bisnis

Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 di Tol Belmera Diperkirakan Terjadi 17 Maret

3
×

Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 di Tol Belmera Diperkirakan Terjadi 17 Maret

Sebarkan artikel ini
Gerbang tol amplas. (kedannews.co.id/dok)

Medan, kedannews.co.id  – Pengelola ruas Tol Belawan–Medan–Tanjung Morawa atau Tol Belmera memprediksi puncak arus mudik Lebaran 2026 akan terjadi pada 17 Maret 2026. Pada hari tersebut, jumlah kendaraan yang melintas diperkirakan mencapai sekitar 97.187 unit.

Prediksi tersebut disampaikan oleh Jasamarga Nusantara Tollroad Regional Division berdasarkan proyeksi peningkatan lalu lintas menjelang Hari Raya Idulfitri.

Senior General Manager Regional Nusantara Tyas Pramoda Wardhani di Medan, Minggu (15/3/2026) mengatakan jumlah kendaraan pada puncak arus mudik diperkirakan meningkat dibandingkan kondisi normal.

“Total kendaraan yang diperkirakan melintasi Tol Belmera pada arus mudik Lebaran meningkat 11,18 persen dari lalu lintas normal,” kata Tyas.

Selain arus mudik, pihak pengelola juga memperkirakan puncak arus balik Lebaran di ruas tol tersebut akan terjadi pada 24 Maret 2026 dengan estimasi kendaraan mencapai 92.462 unit, atau meningkat sekitar 5,78 persen dari lalu lintas normal.

Tyas menambahkan, lonjakan kendaraan diprediksi terjadi di sejumlah gerbang tol, khususnya di kawasan Amplas. Menurutnya, GT Exit Amplas diperkirakan mengalami peningkatan arus kendaraan hingga 27 persen, sedangkan GT Entrance Amplas diproyeksikan meningkat sekitar 21,8 persen.

“Pada periode arus mudik tahun ini diprediksi akan ada peningkatan sebesar 27 persen pada GT Exit Amplas, dan peningkatan sebesar 21,8 persen di GT Entrance Amplas,” ujarnya.

Secara keseluruhan, kendaraan yang masuk ke Tol Belmera selama periode Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 1.756.568 kendaraan atau naik 4,93 persen. Sementara kendaraan yang keluar dari ruas tol tersebut diprediksi mencapai 1.738.646 kendaraan, meningkat sekitar 0,41 persen.

Menghadapi potensi lonjakan kendaraan tersebut, Jasa Marga menyiapkan sejumlah langkah antisipasi untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas. Upaya yang dilakukan antara lain menambah gardu tol operasional untuk mempercepat transaksi, menyediakan perangkat mobile reader, serta menambah titik pengisian ulang saldo uang elektronik.

Selain itu, petugas juga disiagakan di sejumlah titik yang berpotensi terjadi gangguan keamanan dan kepadatan kendaraan. Pengelola jalan tol juga memastikan sistem pemantauan lalu lintas, termasuk perangkat Closed Circuit Television, berfungsi secara optimal.

Pihak pengelola tol mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik untuk mempersiapkan diri dengan baik. Pengendara diminta memastikan kendaraan dalam kondisi prima, menyiapkan bahan bakar dan saldo uang elektronik yang cukup, serta mematuhi rambu lalu lintas dan arahan petugas selama perjalanan.