Politik & Pemerintahan

Tokoh Sumut Gagas Gerakan Kayaraya Bersama Rakyat Indonesia, Deklarasi Digelar 10 November 2025

10
×

Tokoh Sumut Gagas Gerakan Kayaraya Bersama Rakyat Indonesia, Deklarasi Digelar 10 November 2025

Sebarkan artikel ini
Sejumlah tokoh masyarakat Sumatera Utara saat mengikuti diskusi gagasan pembentukan Gerakan Kayaraya Bersama Rakyat Indonesia (GK-BRI) di Medan, Kamis (6/11/2025). (kedannews.co.id/Foto: Istimewa).

MEDAN, kedannews.co.id – Sejumlah tokoh masyarakat Sumatera Utara menggagas terbentuknya sebuah wadah bernama Gerakan Kayaraya Bersama Rakyat Indonesia (GK-BRI). Gerakan ini bertujuan memperjuangkan pemerataan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia melalui semangat kebersamaan dan dukungan moral terhadap kebijakan nasional.

Koordinator para tokoh tersebut, H. Syarifuddin Siba, SH, MH, menyebutkan bahwa deklarasi resmi GK-BRI akan dilakukan pada 10 November 2025, bertepatan dengan Hari Pahlawan Nasional, sebagai momen bersejarah dan heroik dalam perjuangan bangsa.

“Kita akan segera mendeklarasikan gerakan bersama untuk mencapai kesejahteraan rakyat Indonesia. Kita pilih tanggal 10 November 2025 sebagai momen bersejarah dan penuh makna perjuangan,” ujar Syarifuddin Siba saat ditemui usai diskusi di AOBI Café, Jalan Singgalang No.1 Medan, Kamis (6/11/2025).

Tokoh-tokoh yang bergabung dalam inisiatif ini antara lain Ahmad Arif, Ahmad Nuar Erde, Daudsyah Munthe, Harmen Ginting, Harun Al Rasyid, Irwansyah Nasution, Muazzadsyah, Masrizal, Budi Sardi, Syafaruddin Ginting, dan Syarifuddin Siba sendiri.

Menurut Syarifuddin, Indonesia sejatinya memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah, namun hingga kini masih banyak rakyat yang hidup dalam keterbatasan. Ia menilai hal itu disebabkan oleh ketimpangan sistem politik dan ekonomi yang belum berpihak sepenuhnya kepada kepentingan rakyat.

“Sudah 80 tahun kita merdeka, tapi masih banyak rakyat miskin yang tidak menikmati hasil kekayaan bumi pertiwi. Ini akibat sistem yang tidak adil dalam membagi manfaat dari sumber daya alam kita,” tuturnya.

Ia menambahkan, sejak kemerdekaan 17 Agustus 1945, sistem ekonomi nasional belum sepenuhnya menghadirkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat. Menurutnya, kekayaan negara hanya dinikmati segelintir kelompok atau oligarki, sementara mayoritas masyarakat masih berjuang dalam keterbatasan ekonomi.

“Sistem ini menciptakan realitas yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin,” tegasnya.

Namun, Syarifuddin mengaku optimis karena belakangan ini muncul sosok pemimpin nasional yang dinilainya membawa harapan baru, yakni Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Keuangan Purbaya.

“Kehadiran mereka memunculkan semangat baru untuk mencapai cita-cita kemerdekaan Indonesia yang sejati — masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera. Optimalisasi kekayaan alam untuk kemakmuran rakyat adalah kuncinya,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia menilai pemikiran Purbaya sejalan dengan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945, karena menekankan keadilan sosial dan pemerataan ekonomi.

“Menciptakan masyarakat kayaraya itu harus dimulai dengan membumihanguskan praktik korupsi dan penggelapan pajak yang dilakukan oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab,” tegas mantan anggota DPRD Medan tersebut.

Syarifuddin menambahkan, agar kebijakan Presiden Prabowo dan Menkeu Purbaya bisa berjalan efektif, perlu ada dukungan moral dari tokoh-tokoh masyarakat. Dukungan itu diharapkan menjadi kekuatan bersama dalam mendorong perubahan sistem ekonomi menuju pemerataan kesejahteraan.

“Atas dasar semangat itu, kami sepakat membentuk Gerakan Kayaraya Bersama Rakyat Indonesia atau GK-BRI. Bagi masyarakat yang ingin bergabung, dapat mendaftarkan diri melalui nomor WhatsApp 0815 4007 2327,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *