Medan, Kedannews.com – viralnya remaja bersejam (senjata tajam) konvoi membawa bendera PKS, Fraksi PKS membantah keras dan harus diusut tuntas, karena kelompok remaja tersebut bukan bagian dari PKS.
Hal ini ditegaskan Pimpinan FPKS DPRD Sumut Hendro Susanto kepada wartawan, Minggu malam (18/9/2022) di Medan dan Dia menyebutkan, pihaknya tidak mengetahui adanya sekelompok remaja yang konvoi mengendarai motor dan membawa senjata tajam yang terlihat membawa bendera PKS.
Perlu diketahui publik, kata Bendahara FPKS ini, PKS tidak pernah mengajukan izin kegiatan konvoi pada saat kejadian tersebut. “Kami menduga hal itu dilakukan orang-orang tidak dikenal, bahkan beratdugaan ada motif mendeskreditkan PKS. Disini PKS dirugikan dengan adanya perbuatan tersebut,”tandasnya.
Terkait hal itu, Pimpinan PKS minta pihak keamanan dalam hal ini aparat kepolisian mengusut tuntas, termasuk motif perbuatan yang dilakukan sekelompok orang-orang tak dikenal.
“Kami juga minta CCTV yang terpasang di Kota Medan dibuka dan bisa dicek, start dari mana asal muasal datangnya konvoi tersebut, agar menjadi terang benderang. Kami akan berkoordinasi dengan anggota Komisi III DPR RI dari fraksi PKS,” katanya.
Dalam kondisi saat ini, katanya lagi, masih ada kelompok yang memancing ingin menciptakan instabilisasi. Padahal saat ini PKS sedang berjuang bersama masyarakat, buruh/pekerja, mahasiswa untuk menolak kenaikan BBM bersubsidi, yang berdampak pada kenaikan harga bahan pangan dan moda transportasi.
“Kami fraksi PKS DPRD Sumut menyampaikan kepada publik Sumatera Utara, bahwa konvoi tersebut bukanlah bagian dari PKS dan PKS dalam hal ini benar-benar dirugikan. Jika sekelompok orang yang konvoi tersebut meminta maaf ke PKS, sepertinya akan memaafkan,” tegasnya.(Cutriri)












