Pendidikan & Wawasan

Wisuda STAI Raudhatul Akmal dan STIT Ar-Raudhah Khidmat, Lulusan Dituntut Tidak Hanya Mengandalkan Ijazah

7
×

Wisuda STAI Raudhatul Akmal dan STIT Ar-Raudhah Khidmat, Lulusan Dituntut Tidak Hanya Mengandalkan Ijazah

Sebarkan artikel ini

Di balik prosesi wisuda 305 lulusan STAI Raudhatul Akmal dan STIT Ar-Raudhah di Medan, muncul penekanan soal adab, keberkahan ilmu, dan tantangan kualitas lulusan ke depan.

Wisuda 305 Wisudawan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Raudhatul Akmal Angkatan XI dan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Ar-Raudhah Angkatan VII di bawah naungan Yayasan Perguruan Raudhatul Akmal (YPRA), yang digelar di Hotel Madani, Medan, Sabtu (24/1/2026). (kedannews.co.id/ist)

MEDAN, kedannews.co.id – Prosesi wisuda ratusan mahasiswa di sebuah hotel di Kota Medan berlangsung khidmat dan penuh haru. Toga dikenakan, ijazah diserahkan, dan senyum keluarga mengiringi langkah para lulusan yang resmi menuntaskan pendidikan tinggi mereka.

Namun, dibalik suasana seremoni tersebut, sejumlah pesan penting mengemuka. Tidak hanya soal kelulusan akademik, tetapi juga tanggung jawab moral, adab terhadap ilmu, serta tantangan kualitas lulusan yang dihadapi perguruan tinggi ke depan.

Hal itu mengemuka dalam Wisuda 305 Wisudawan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Raudhatul Akmal Angkatan XI dan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Ar-Raudhah Angkatan VII di bawah naungan Yayasan Perguruan Raudhatul Akmal (YPRA), yang digelar di Hotel Madani, Medan, Sabtu (24/1/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Deli Serdang, Lom Lom Suwondo SS, mengingatkan bahwa wisuda bukan sekadar seremoni akademik, melainkan tonggak penting dalam perjalanan hidup para lulusan yang sarat makna dan pengorbanan.

“Ilmu tidak lahir dari ruang kosong melainkan tumbuh dari adab, penghormatan kepada guru, dan kerendahan hati. Sebesar apa pun ilmu seseorang, akan kehilangan keberkahannya jika melupakan jasa pendidik,” ujar Lom Lom Suwondo dalam pidatonya.

Ia juga menegaskan bahwa dalam menuntut ilmu terdapat dua hal mendasar yang tidak boleh dilupakan, yakni Allah SWT sebagai sumber segala ilmu serta para guru dan dosen yang telah menyalakan pelita pengetahuan bagi para mahasiswa.

Menurutnya, pendidikan memang tidak selalu menjamin kesuksesan materi, namun berperan besar dalam membentuk karakter, memperluas cara berpikir, serta menumbuhkan kemampuan beradaptasi dan berinovasi di tengah masyarakat.

“Keberhasilan sejati tidak hanya diukur dari jabatan atau harta, tetapi dari seberapa besar ilmu mampu memberi manfaat bagi sesama,” tegasnya.

Selain itu, lembaga pendidikan juga disebut sebagai pilar penting pembangunan daerah karena menjadi sumber lahirnya sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Kopertais Wilayah IX Sumatera Utara, Dr Syawaluddin Nasution MAg, menekankan pentingnya menghormati kedua orang tua, membiasakan bersyukur, menjaga adab di atas ilmu, serta menjaga nama baik almamater di mana pun berada.

Ia juga mengungkapkan hasil asesmen Kementerian Agama tahun 2025 yang menunjukkan sekitar 58 persen alumni perguruan tinggi agama Islam belum fasih membaca Al-Qur’an, khususnya dalam aspek tajwid dan makhraj huruf. Kondisi tersebut menjadi tantangan bersama agar lulusan terus meningkatkan kompetensi keilmuan dan keagamaannya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Perguruan Raudhatul Akmal (YPRA), Afrida Handayani MA, menyampaikan bahwa wisuda merupakan awal memasuki dunia kerja dan pengabdian kepada masyarakat. Oleh karena itu, lulusan dituntut tidak hanya mengandalkan ijazah, tetapi juga mengembangkan keterampilan dan kompetensi pendukung.

Menurutnya, penguasaan teknologi informasi, kemampuan berorganisasi, etika komunikasi, serta bahasa asing menjadi bekal penting agar lulusan mampu bersaing di dunia kerja yang semakin kompetitif.

Ketua Panitia Wisuda, Dr H Khairul Anwar MSi, melaporkan bahwa jumlah wisudawan dan wisudawati yang dikukuhkan sebanyak 305 orang, terdiri dari 222 lulusan STAI Raudhatul Akmal dan 83 lulusan STIT Ar-Raudhah.

Ke depan, tantangan peningkatan kualitas lulusan dan relevansi pendidikan dengan kebutuhan masyarakat menjadi agenda penting yang terus diupayakan oleh seluruh pemangku kepentingan pendidikan tinggi.