MEDAN, kedannews.co.id – Suasana hangat dan penuh kebersamaan mewarnai perayaan Open House Imlek 2577 Kongzili bertajuk “Harmoni Imlek Nusantara” yang digelar oleh Keluarga Buddhayana Indonesia (KBI) di Buddhayana Center Graha Niaga, Jalan Bambu II Blok A No. 2, Medan, Minggu (1/3).
Ketua Persatuan Umat Buddha Indonesia Sumatera Utara (Permabudhi Sumut), Drs. Wong Chun Sen Tarigan, M.Pd.B, hadir memenuhi undangan tersebut. Kehadirannya disambut langsung pimpinan KBI, Edi Suyono, bersama jajaran pengurus dalam suasana akrab khas perayaan Tahun Baru Imlek.
Selain itu, sejumlah tokoh turut meramaikan kegiatan tersebut, di antaranya anggota DPRD Kota Medan Dr. Lily, MBA, MH dan Agus Setiawan, SE dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan), serta tokoh Buddha, pemuda Tionghoa, dan perwakilan organisasi Buddhis di Sumatera Utara.
Dalam sambutannya, Wong Chun Sen mengawali dengan ucapan selamat Tahun Baru Imlek kepada seluruh tamu undangan.
“Di tahun baru Imlek 2577 Kongzili ini, semoga kita semua senantiasa diberikan kesehatan, kebahagiaan, dan kemakmuran,” ujarnya yang disambut tepuk tangan hadirin.
Ia juga menyampaikan salam hormat kepada Sekretaris Wilayah Sagin Sumut & Aceh, Ketua Sekber YABUDDHI, Ketua MBI Provinsi Sumatera Utara beserta jajaran badan otonom, Wulan Bahagia, WBI, SIDDHI, Pemuda Buddhayana, serta seluruh tamu yang hadir.
Menurut Wong, tema “Harmoni Imlek Nusantara” mencerminkan semangat kebersamaan dalam keberagaman yang menjadi kekuatan bangsa, khususnya di Kota Medan yang dikenal sebagai kota multikultural.
“Kota Medan adalah rumah bagi berbagai suku, agama, dan budaya. KBI telah berperan aktif menjaga nilai keharmonisan dan toleransi di tengah masyarakat, dan ini patut kita apresiasi bersama,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa perayaan Imlek bukan hanya momentum budaya dan keagamaan, tetapi juga ruang mempererat silaturahmi lintas komunitas.
Wong berharap semangat harmoni yang terbangun dalam perayaan Imlek dapat terus dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus.
“Di tahun baru ini, mari kita jaga semangat, keberanian, dan kebijaksanaan dalam menjalani kehidupan. Berani dan tangguh menghadapi tantangan, semangat membantu sesama, berbakti kepada orang tua, serta terus mendoakan perdamaian dunia,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa di tengah dinamika dan berbagai konflik global, bangsa Indonesia perlu terus memperkuat persatuan dan kerukunan.
Ia menyampaikan bahwa nilai toleransi dan gotong royong harus tetap menjadi fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Sekali lagi, selamat Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili. Semoga tahun ini membawa keberuntungan, kemakmuran, dan keharmonisan bagi keluarga serta bangsa Indonesia,” pungkasnya.
Acara kemudian dilanjutkan dengan doa bersama, pemotongan tumpeng dan kue sebagai simbol kemakmuran dan kesejahteraan, serta sesi foto bersama dalam suasana penuh sukacita.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat nilai toleransi, persaudaraan, dan harmoni sosial di Sumatera Utara, sekaligus mempertegas peran organisasi keagamaan dalam membangun kebersamaan lintas komunitas.
IMLEK MEDAN, HARMONI NUSANTARA, TOLERANSI BERAGAMA, BUDDHA SUMUT, OPENHOUSE IMLEK












