Humaniora & Agama

Ziarah Religi Santri Raudhatut Tholibin ke 4 Makam Ulama Sumut–Sumbar, Perkuat Iman dan Spiritualitas

74
×

Ziarah Religi Santri Raudhatut Tholibin ke 4 Makam Ulama Sumut–Sumbar, Perkuat Iman dan Spiritualitas

Sebarkan artikel ini

Pimpinan Ponpes Khobir: Ziarah Bukan Sekadar Perjalanan Fisik, Tapi Perjalanan Hati Menuju Keberkahan dan Pembentukan Akhlak Santri

Rombongan santri Ponpes Raudhatut Tholibin mengunjungi makam Syeikh Malin Bayang di Jorong Tapian Diaro, Sijunjung, Sumatera Barat, dalam rangka wisata religi, Rabu (06/05/2026). (kedannews.co.id/Foto: Ist)

SUMBAR, kedannews.co.id – Mengawali awal pekan Mei 2026, Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Raudhatut Tholibin Bungo, Jambi, bersama para santri melaksanakan wisata religi berupa ziarah ke sejumlah makam ulama di wilayah Sumatera Utara hingga Sumatera Barat, Rabu (06/05/2026).

Kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda perjalanan biasa, namun sarat nilai spiritual. Pimpinan Ponpes Raudhatut Tholibin, Khobir, menyampaikan bahwa ziarah ke makam ulama merupakan bagian dari pembelajaran batin bagi para santri.

“Wisata ziarah ke makam ulama di Sumut–Sumbar bukan hanya perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan hati. Para santri yang ikut dapat memperoleh kedamaian batin, menguatkan iman, dan merenung atas ajaran-ajaran yang ditinggalkan oleh ulama-ulama terdahulu,” ujar Khobir dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi.

Ia menjelaskan, sejumlah lokasi yang dikunjungi dalam agenda tersebut meliputi makam Syeikh Burhanuddin di Sumatera Barat, makam Syeikh Malin Bayang di Jorong Tapian Diaro, Sijunjung, Sumatera Barat, makam Syeikh Mustofa Husein Nasution di Purba Baru, Mandailing Natal, serta makam Syeikh Muara Mais Darul Ulum.

Dalam pelaksanaannya, para santri tetap mendapatkan pendampingan dari ustadz dan ustadzah. Mereka tidak hanya mengatur teknis perjalanan seperti penyewaan transportasi, tetapi juga memberikan penjelasan mengenai sejarah serta kisah para ulama yang diziarahi.

Khobir menuturkan, bimbingan tersebut penting agar para santri memahami makna ziarah secara utuh. “Para santri diberikan panduan mulai dari perjalanan hingga kisah-kisah para ulama saleh di setiap lokasi, sehingga tujuan utama ziarah untuk mendapatkan keberkahan dapat tercapai,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia berharap kegiatan ini mampu memberikan dampak jangka panjang terhadap pembentukan karakter santri. Menurutnya, ziarah menjadi sarana untuk menanamkan nilai spiritual, kesadaran diri, serta akhlak mulia.

“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi wisata religi semata, tetapi juga membentuk spiritualitas, kesadaran, dan akhlak para santri. Ilmu yang dipelajari di pesantren merupakan hasil ijtihad dan ijma para ulama, sehingga ziarah ini menjadi bagian dari tawassul untuk mengharap ridha Allah dan keberkahan para ulama,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kegiatan ziarah tersebut diharapkan dapat terus berlanjut dan menjadi agenda rutin tahunan Ponpes Raudhatut Tholibin. Dengan demikian, para santri dapat merasakan langsung pengalaman spiritual dalam menuntut ilmu.

“Ke depan, kami ingin kegiatan ini menjadi rutinitas tahunan, agar keberkahan dalam menuntut ilmu dan pembentukan akhlak dapat dirasakan secara langsung oleh para santri,” pungkas Khobir.