Banda Aceh, kedannews.co.id – PT PLN (Persero) menuntaskan relokasi Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV jalur Bireuen–Takengon sebagai langkah antisipasi terhadap potensi longsor di wilayah Kabupaten Aceh Tengah.
Manajer Komunikasi dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan PLN Unit Induk Distribusi Aceh, Lukman Hakim, mengatakan proses pemindahan jaringan dan menara SUTT berjalan lancar tanpa kendala berarti.
“Relokasi dilakukan dengan memindahkan menara dari titik awal ke lokasi yang lebih aman, sekitar 150 meter dari area lubang rawan longsor. Pekerjaan dilakukan pada Sabtu (31/1) dan selesai lebih cepat sekitar dua jam dari perkiraan awal,” ujar Lukman, Selasa (3/2/2026).
Menara yang direlokasi merupakan Tower SUTT Nomor 76 pada jaringan transmisi Bireuen–Takengon yang berada di Desa Pondok Balik, Kabupaten Aceh Tengah. Dalam proses tersebut, PLN menggunakan menara darurat untuk memastikan jalur transmisi tetap aman dan andal.
Menurut Lukman, relokasi ini dilakukan sebagai langkah preventif guna meminimalkan risiko gangguan kelistrikan akibat bencana alam, khususnya longsor yang berpotensi merusak infrastruktur jaringan listrik.
Selama pelaksanaan pekerjaan, PLN menerapkan manajemen beban berupa pemadaman terjadwal di wilayah Kabupaten Aceh Tengah dan Kabupaten Bener Meriah. Pemadaman berlangsung pada Sabtu (31/1) dan Minggu (1/2) mulai pukul 08.00 WIB hingga 16.00 WIB, menyesuaikan kondisi cuaca dan progres pekerjaan di lapangan.
“Namun karena pengerjaan berlangsung lebih cepat, pasokan listrik di sejumlah wilayah bisa dipulihkan lebih awal dari jadwal,” jelasnya.
PLN menegaskan relokasi menara SUTT ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga keandalan pasokan listrik bagi masyarakat Aceh, terutama di daerah yang rawan bencana.
“Kami terus melakukan langkah antisipatif agar sistem kelistrikan tetap aman dan masyarakat dapat menikmati listrik secara berkelanjutan,” tutup Lukman.












