Tapanuli Selatan, Kedannews.co.id – Bencana banjir bandang kembali melanda Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara. Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak Jumat menyebabkan Sungai Batang Toru meluap dan merendam sejumlah kawasan pemukiman, dengan Desa Bandar Tarutung, Kecamatan Angkola Sangkunur, menjadi daerah terdampak paling parah hingga terisolasi.
Luapan air menutup akses jalan kabupaten di wilayah Kampung Sirongit dengan ketinggian air dilaporkan mencapai lebih dari satu meter. Kondisi tersebut membuat mobilitas warga lumpuh total dan menyulitkan proses evakuasi.
“Desa kami saat ini benar-benar terisolasi. Jalan utama tidak bisa dilalui karena tertutup banjir,” ungkap Kepala Desa Bandar Tarutung, H. Sulhan Sihombing, Jumat malam (2/1).
Banjir merendam sejumlah kawasan padat penduduk, antara lain Kampung Suka Maju (Benteng), lingkungan sekitar SD Inpres, Lorong IV Lingkungan Utama, Kampung Malako, Kampung Baru, hingga Kampung Kemuning. Ketinggian air di wilayah tersebut bervariasi, mulai dari setinggi pinggang hingga mencapai leher orang dewasa.
Akibatnya, lebih dari 100 warga terpaksa meninggalkan rumah dan mengungsi ke lokasi yang dianggap lebih aman. Sebagian warga menyelamatkan diri ke rumah kerabat di dataran lebih tinggi, sementara lainnya memanfaatkan fasilitas umum sebagai tempat penampungan sementara.
Sulhan menjelaskan, banjir kali ini dipicu oleh meluapnya tiga aliran sungai yang melintasi wilayah desa, yakni Sungai Batang Toru, Sungai Sangkunur, dan Sungai Malombu. Dari ketiga sungai tersebut, luapan terbesar berasal dari Sungai Batang Toru.
Ia juga menyoroti kerusakan tanggul sungai yang belum ditangani sejak bencana banjir bandang dan longsor pada 25 November 2025 lalu. Sekitar 500 meter tebing Sungai Batang Toru dilaporkan jebol dan hingga kini belum dinormalisasi, sehingga membuat wilayah tersebut rawan banjir berulang.
“Selama tanggul ini belum diperbaiki, air akan terus meluap setiap hujan deras. Jika dibiarkan, desa kami yang dihuni sekitar dua ribu jiwa terancam tenggelam, termasuk ratusan hektare kebun milik warga,” tegasnya.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapanuli Selatan menyatakan masih melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan banjir yang melanda sejumlah desa di Kecamatan Angkola Sangkunur. BPBD juga menunggu laporan resmi dari pemerintah desa untuk menentukan langkah penanganan lanjutan.
Hingga Jumat malam, hujan masih mengguyur sebagian wilayah Tapsel, meningkatkan kekhawatiran warga akan potensi banjir susulan jika intensitas hujan tidak segera mereda.












