Ekonomi & Bisnis

Bank Sumut Catat Kinerja Positif di HUT ke-193 Simalungun, Sinergi Dorong Pembangunan Daerah

9
×

Bank Sumut Catat Kinerja Positif di HUT ke-193 Simalungun, Sinergi Dorong Pembangunan Daerah

Sebarkan artikel ini

Aset Tembus Rp1,04 Triliun, Laba Naik 10,96 Persen, Pemkab Simalungun Terima Dividen Rp22,8 Miliar

Suasana peringatan Hari Jadi ke-193 Kabupaten Simalungun di Pematang Raya berlangsung meriah dengan kehadiran unsur Forkopimda dan tokoh masyarakat, Sabtu (18/4/2026). (kedannews.co.id/Foto: Ist).

PEMATANG RAYA, kedannews.co.id – Memasuki usia ke-193, Kabupaten Simalungun menegaskan komitmennya menuju kemajuan yang lebih kuat dan berkelanjutan. Momentum peringatan hari jadi ini turut menampilkan capaian kolaboratif antara PT Bank Sumut (Perseroda) dan Pemerintah Kabupaten Simalungun sebagai wujud sinergi dalam mendorong pembangunan daerah yang inklusif.

Direktur Utama Bank Sumut, Heru Mardiansyah, dalam sambutannya pada peringatan Hari Jadi ke-193 Kabupaten Simalungun, Sabtu (18/4/2026), menyampaikan bahwa kinerja Bank Sumut Cabang Pematang Raya menunjukkan tren pertumbuhan yang positif dan kompetitif. Ia mengungkapkan, aset bank tumbuh 5,25 persen menjadi Rp1,04 triliun.

Selain itu, laba perusahaan juga mengalami peningkatan sebesar 10,96 persen menjadi Rp77,62 miliar. Sementara itu, dana pihak ketiga melonjak signifikan sebesar 30,04 persen menjadi Rp902,9 miliar, serta penyaluran kredit meningkat 6,11 persen menjadi Rp1,03 triliun.

Heru menegaskan, capaian tersebut bukan sekadar angka statistik, melainkan mencerminkan kepercayaan masyarakat yang terus meningkat serta efektivitas kolaborasi dengan pemerintah daerah. “Ini bukan sekadar angka, tetapi refleksi dari kepercayaan masyarakat dan efektivitas kolaborasi dengan pemerintah daerah,” ujarnya.

Secara tidak langsung, Heru juga menjelaskan bahwa kontribusi Bank Sumut memberikan dampak terhadap peningkatan kapasitas fiskal daerah. Pemerintah Kabupaten Simalungun, sebagai pemegang saham senilai Rp100,05 miliar, memperoleh dividen sebesar Rp22,8 miliar.

Di sisi lain, Bank Sumut turut memperkuat tanggung jawab sosial perusahaan melalui realisasi CSR sebesar Rp3,3 miliar dalam lima tahun terakhir. Program tersebut mencakup pembangunan videotron di Pantai Bebas Parapat senilai Rp700 juta, serta dukungan terhadap berbagai agenda strategis daerah seperti MTQ ke-51, Simalungun Geo Product Fest, Gebyar QRIS Merdeka, dan Bulan Inklusi Keuangan.

Dalam upaya memperluas akses layanan keuangan, Bank Sumut menghadirkan jaringan layanan yang semakin dekat dengan masyarakat. Fasilitas tersebut meliputi satu kantor cabang, enam kantor cabang pembantu, satu layanan di Mal Pelayanan Publik, tiga layanan kas Samsat, serta dukungan jaringan ATM dan layanan lainnya.

Langkah tersebut, sebagaimana dijelaskan manajemen, merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk memastikan layanan keuangan yang mudah, cepat, dan merata di seluruh wilayah Kabupaten Simalungun.

Sejalan dengan transformasi bertajuk “Berubah, Bertumbuh, dan Berprestasi”, Bank Sumut juga mempercepat digitalisasi daerah. Hingga saat ini, telah dikembangkan 156 agen Sumut Link dan 65 merchant QRIS aktif.

Tak hanya itu, implementasi QRIS Mata Pajak untuk retribusi daerah dinilai menjadi terobosan penting. Program ini memfasilitasi sekitar 385.000 wajib pajak PBB agar dapat melakukan transaksi secara lebih efisien, transparan, dan akuntabel, sekaligus mendorong optimalisasi Pendapatan Asli Daerah.

“Hubungan Bank Sumut dan Pemerintah Kabupaten Simalungun bukan sekadar kemitraan, tetapi sinergi strategis yang terus kami dorong untuk menciptakan nilai tambah bagi masyarakat,” tegas Heru.

Ke depan, Bank Sumut disebut akan semakin memperkuat perannya sebagai motor penggerak ekonomi daerah melalui pembiayaan sektor produktif, pengembangan UMKM, serta perluasan inklusi dan literasi keuangan.

Sementara itu, Bupati Simalungun, Dr. H. Anton Achmad Saragih, SE, MM, menyampaikan apresiasi atas kontribusi Bank Sumut dalam pembangunan daerah. Ia menilai kolaborasi dengan mitra strategis menjadi kunci dalam mewujudkan visi Simalungun yang maju.

“Pembangunan tidak hanya berorientasi pada fisik, tetapi juga harus memperkuat karakter dan jati diri masyarakat,” ujarnya saat membuka rangkaian pesta rakyat Hari Jadi ke-193.

Peringatan tersebut berlangsung meriah dan penuh semangat kebersamaan. Acara dihadiri oleh Asisten Umum Provinsi Sumatera Utara DR. Muhammad Suib Sitorus yang mewakili Gubernur Sumatera Utara, para kepala daerah, unsur Forkopimda, tokoh agama dan masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Momentum ini sekaligus menegaskan bahwa kolaborasi dan sinergi antar pemangku kepentingan menjadi fondasi utama dalam mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan dan berdaya saing.