JAKARTA, kedannews.co.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyampaikan, pada sektor permukiman pemerintah tengah menangani 49.296 unit rumah rusak berat. Dari jumlah tersebut, ditargetkan pembangunan 27.575 unit huntara.
“Saat ini terdapat 4.280 unit huntara yang sedang dalam tahap pengerjaan fisik,” kata Abdul Muhari, Rabu (14/1/2026).
BNPB juga mencatat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Danantara, yang telah merealisasikan pembangunan 200 unit hunian di sejumlah wilayah prioritas. Pembangunan huntara telah rampung 100 persen di Blang Pandak, Kabupaten Pidie, sebanyak 12 unit, serta satu unit di Kecamatan Pantee Bidari, Kabupaten Aceh Timur.
Di Sumatera Utara, progres pembangunan hunian tetap telah mencapai 648 unit. Sementara itu, di Sumatera Barat, percepatan pembangunan hunian sementara difokuskan di Kabupaten Padang Pariaman.
“Pemerintah mengakselerasi pembangunan Huntara Tahap I sebanyak 34 unit yang dipusatkan di Nagari Anduring, Kecamatan Asam Pulau,” ujar Abdul.
Rincian pembangunan tersebut meliputi 9 unit tipe couple yang terdiri dari 18 hunian, 3 unit tipe barak dengan total 15 hunian, serta 1 unit hunian single.
Selain pembangunan fisik, BNPB juga mempercepat penyaluran Dana Tunggu Hunian (DTH). Hingga saat ini, DTH telah disalurkan kepada 1.950 keluarga dari total 10.656 rekening yang disiapkan bagi warga terdampak bencana.
Untuk mendukung operasional di lapangan, distribusi logistik terus dilakukan melalui jalur udara, laut, dan darat dengan total penyaluran mencapai 1.740,39 ton atau 99,86 persen dari keseluruhan logistik yang tersedia.












