JAKARTA, kedannews.co.id β Keputusan Rismon Sianipar untuk menempuh jalan rekonsiliasi dengan Joko Widodo serta Wakil Presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka dinilai sebagai langkah cepat dan dewasa dalam menjaga stabilitas demokrasi di Indonesia.
Langkah damai tersebut mendapat apresiasi dari aktivis antikorupsi nasional Edison Tamba, yang menilai rekonsiliasi merupakan sikap bijak dalam menyikapi dinamika politik yang sebelumnya sempat memunculkan perbedaan pandangan.
Dalam keterangannya kepada media pada Jumat (13/03/2026), Edison Tamba menyampaikan bahwa keputusan yang diambil Rismon Sianipar mencerminkan kedewasaan dalam berpolitik serta menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.
Menurutnya, sikap tersebut menjadi contoh bahwa perbedaan pandangan dalam demokrasi tidak harus berujung pada konflik berkepanjangan.
βRismon juga menunjukkan sikap gentleman dengan meminta maaf secara terbuka, baik kepada rekan seperjuangannya seperti Roy dan kawan-kawan, maupun kepada masyarakat Indonesia atas langkah dan keputusan yang diambilnya. Sikap negarawan seperti ini tidak mudah ditiru oleh semua orang,β ujar Edison Tamba yang juga menjabat Ketua Umum Jaringan Pergerakan Masyarakat Bawah.
Edison menjelaskan, dengan membuka ruang perdamaian, Rismon Sianipar memperlihatkan komitmen untuk menjaga stabilitas sosial sekaligus memperkuat semangat kebersamaan di tengah masyarakat yang sebelumnya sempat mengalami polarisasi akibat perbedaan pilihan politik.
Ia menilai langkah rekonsiliasi tersebut juga menunjukkan bahwa kritik dan perbedaan pendapat tetap dapat disampaikan secara elegan tanpa harus menutup pintu komunikasi.
βSikap ini menjadi pesan penting bagi publik bahwa demokrasi yang sehat bukan hanya tentang persaingan, tetapi juga tentang kemampuan untuk saling menghormati dan membangun kembali kepercayaan,β jelasnya.
Lebih lanjut, Edison Tamba menegaskan bahwa rekonsiliasi merupakan bagian penting dari perjalanan demokrasi di Indonesia. Menurutnya, sikap damai yang ditunjukkan Rismon Sianipar dapat menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk lebih mengedepankan dialog dan persatuan.
Ia juga menilai setiap langkah politik seseorang tentu memiliki konsekuensi serta penilaian berbeda di tengah masyarakat.
βSetiap orang punya timbangan tersendiri terhadap langkah pergerakan yang dilakukannya. Ada nilai positif dan negatif yang mungkin muncul dari setiap keputusan. Rekonsiliasi juga bukan sesuatu yang buruk. Bisa jadi itu wujud bahwa seseorang telah berdamai dengan hatinya dan kembali fokus memikirkan masa depan keluarga sebagai pilihan utama hidup setiap orang,β pungkas Edison Tamba.
Langkah rekonsiliasi tersebut diharapkan dapat memperkuat semangat persatuan serta menjaga stabilitas sosial di tengah masyarakat, sekaligus menjadi contoh bahwa perbedaan dalam demokrasi dapat diselesaikan melalui dialog dan sikap saling menghormati.












