Medan, kedannews.co.id — Jumlah pendaftar jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) tahun akademik 2026 di Universitas Sumatera Utara mencapai angka 33.096 peserta. Dari total tersebut, hanya 2.614 calon mahasiswa baru yang dinyatakan lolos seleksi.
Wakil Rektor I USU, Poppy Anjelisa Zaitun Hasibuan, mengungkapkan bahwa terjadi peningkatan jumlah peminat dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 31.900 peserta.
Dari total pendaftar tahun ini, sebanyak 22.571 peserta menjadikan USU sebagai pilihan pertama, sementara 16.543 lainnya memilih sebagai pilihan kedua.
Beberapa program studi yang paling diminati antara lain Ilmu Hukum, Manajemen, dan Farmasi. Selain itu, Program Studi Teknik Pertambangan juga masuk dalam jajaran program dengan tingkat persaingan tertinggi secara nasional.
Poppy mengingatkan, peserta yang telah dinyatakan lulus melalui jalur SNBP tidak diperbolehkan mengikuti seleksi jalur lain seperti UTBK-SNBT maupun seleksi mandiri di perguruan tinggi negeri.
“Peserta yang lulus diimbau segera melakukan verifikasi data akademik dan registrasi ulang mulai 1 hingga 7 April 2026 melalui laman resmi universitas,” jelasnya.
Ia menambahkan, calon mahasiswa yang tidak melakukan registrasi ulang sesuai jadwal berisiko kehilangan status kelulusannya dan tidak dapat mengikuti seleksi di jalur lain.
Dalam proses verifikasi, peserta diwajibkan menunjukkan dokumen asli seperti rapor, sertifikat prestasi, serta ijazah atau surat keterangan lulus. Khusus bagi pendaftar program bantuan pendidikan KIP Kuliah, akan dilakukan tambahan verifikasi kondisi ekonomi.
Bagi peserta yang belum berhasil lolos SNBP, USU masih membuka peluang melalui jalur UTBK-SNBT dan seleksi mandiri. Pendaftaran UTBK-SNBT telah dibuka sejak 25 Maret hingga 7 April 2026, dengan pelaksanaan ujian dijadwalkan pada 21 hingga 30 April 2026.
Hasil seleksi UTBK-SNBT sendiri akan diumumkan pada 25 Mei 2026.
USU juga menegaskan akan menerapkan pengawasan ketat selama pelaksanaan ujian, serta memberikan sanksi tegas bagi peserta yang melakukan kecurangan, termasuk pembatalan keikutsertaan dalam seleksi.












