Medan, kedannews.co.id β Ratusan petani bawang merah di Sumatera Utara menggelar aksi protes menyusul merosotnya harga jual hasil panen yang dinilai semakin merugikan. Penurunan harga ini diduga dipicu oleh maraknya peredaran bawang impor ilegal di pasar.
Aksi yang digagas oleh Aliansi Petani Bawang Sumatera Utara tersebut diikuti petani dari Tanah Karo dan sejumlah daerah sentra produksi lainnya. Massa memulai aksi dari Kantor Gubernur Sumatera Utara, kemudian bergerak ke Gedung DPRD Sumut, dan berakhir di Mapolda Sumut.
Koordinator aksi, Sutra Sembiring, menyampaikan bahwa kondisi petani saat ini sangat memprihatinkan akibat harga bawang yang terus jatuh di tingkat petani.
βHarga bawang sudah hancur. Masuknya bawang impor ilegal membuat hasil panen kami tidak lagi bernilai,β ujarnya dalam orasi.
Menurut para petani, bawang yang beredar di pasaran diduga berasal dari luar negeri seperti India dan Thailand. Produk tersebut disinyalir masuk tanpa melalui prosedur resmi, sehingga tidak terkontrol dan menyebabkan pasokan melimpah di pasar.
Kondisi ini berdampak langsung pada harga jual bawang lokal yang tidak mampu bersaing, bahkan cenderung terus menurun.












