Ragam Daerah & Inspirasi Lokal

Pidie Tetapkan Transisi Darurat ke Pemulihan Pascabencana

6
×

Pidie Tetapkan Transisi Darurat ke Pemulihan Pascabencana

Sebarkan artikel ini

Perubahan Status Bertujuan Mempercepat Pemulihan Dampak Banjir dengan Tetap Mempertahankan Sistem Komando Penanganan Bencana

Pemerintah Kabupaten Pidie menggelar rapat evaluasi penanganan bencana, Jumat (9/1/2026). (kedannews.co.id/ist)

Pidie, kedannews.co.idPemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie, Aceh, resmi menetapkan status transisi darurat bencana ke tahap pemulihan sebagai langkah lanjutan penanganan pascabencana banjir yang melanda wilayah tersebut.

Juru Bicara Bupati Pidie, Andi Firdhaus, mengatakan status tersebut berlaku selama 180 hari, terhitung mulai 8 Januari hingga 6 Juli 2026, setelah dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap penanganan bencana.

“Penetapan ini menjadi fase penghubung antara masa tanggap darurat menuju rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana,” ujar Andi, Jumat (9/1/2026).

Penetapan status transisi ini didasarkan pada sejumlah pertimbangan, antara lain perpanjangan status tanggap darurat sebelumnya, hasil evaluasi bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), TNI, Polri, serta rekomendasi dari BPBD Kabupaten Pidie.

Andi menjelaskan, perubahan status bertujuan mempercepat pemulihan dampak banjir dengan tetap mempertahankan sistem komando penanganan bencana agar respons pemerintah tetap terkoordinasi.

“Selama masa transisi, pemerintah tetap memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, perbaikan infrastruktur terdampak, serta pendataan kerusakan dan kerugian warga secara detail,” katanya.

Bupati Pidie juga menginstruksikan BPBD melalui Pusat Pengendali Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) bersama dinas terkait untuk memperkuat koordinasi dan mempercepat validasi data kerusakan.

Selain itu, Pemkab Pidie akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Aceh, pemerintah pusat, TNI, Polri, serta relawan, guna memastikan proses pemulihan berjalan optimal dan berkelanjutan.

Dengan status transisi ini, Pemkab Pidie berharap pemulihan kondisi sosial, ekonomi, dan infrastruktur dapat berjalan lebih cepat sebagai dasar memasuki tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.

Bupati Pidie Sarjani Abdullah juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama di wilayah rawan bencana, mengingat potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi sewaktu-waktu.

“Pemerintah daerah berkomitmen bekerja cepat, terukur, dan responsif dalam penanganan bencana. Dukungan seluruh elemen masyarakat sangat dibutuhkan agar pemulihan berjalan sesuai harapan,” pungkas Andi.