Politik & Pemerintahan

Rico Waas Paparkan LKPJ 2025: IPM dan Ekonomi Medan Naik, Kemiskinan serta Pengangguran Turun

4
×

Rico Waas Paparkan LKPJ 2025: IPM dan Ekonomi Medan Naik, Kemiskinan serta Pengangguran Turun

Sebarkan artikel ini

Rapat Paripurna DPRD Medan Ungkap Capaian Kinerja Pemko 2025, Investasi Tembus Rp14,59 Triliun dan Pelayanan Publik Raih Predikat A

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun 2025 dalam rapat paripurna DPRD Kota Medan di Gedung DPRD Kota Medan, berlangsung khidmat dan dihadiri pimpinan serta anggota dewan, Senin (9/3/26). (kedannews.co.id/Foto: Ist)

MEDAN, kedannews.co.id – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun 2025 dalam rapat paripurna DPRD Kota Medan yang digelar di Gedung DPRD Kota Medan, Senin (9/3/26). Laporan tersebut memuat capaian kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah sepanjang tahun 2025 dengan sejumlah indikator makro yang menunjukkan tren positif.

Dalam pemaparannya, Rico Waas menegaskan bahwa penyusunan LKPJ mengacu pada Peraturan Daerah Kota Medan Nomor 1 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029, serta berpedoman pada Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2019 yang mewajibkan kepala daerah melaporkan kinerja kepada DPRD.

Di hadapan Ketua DPRD Medan Wong Chun Sen, jajaran pimpinan dan anggota DPRD, Sekda Kota Medan Wiriya Alrahman, serta pimpinan perangkat daerah dan camat se-Kota Medan, Rico menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin selama ini.

“Kerja sama yang baik antara pemerintah daerah, DPRD, dan seluruh stakeholder menjadi kunci dalam menjalankan agenda strategis pembangunan Kota Medan,” ujar Rico dalam rapat tersebut.

Secara makro, Rico mengungkapkan sejumlah indikator pembangunan mengalami peningkatan. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Medan pada tahun 2025 tercatat mencapai 83,74 poin, meningkat 0,51 poin dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ekonomi juga mengalami kenaikan menjadi 5,10 persen atau naik 0,03 persen.

Di sisi lain, tingkat kemiskinan berhasil ditekan menjadi 7,25 persen, turun 0,69 persen dari tahun 2024. Tingkat pengangguran terbuka juga menunjukkan penurunan menjadi 7,99 persen atau berkurang 0,14 persen. Sementara itu, rasio gini tercatat berada pada angka 0,3620 yang mencerminkan tingkat ketimpangan pendapatan.

Dalam aspek keuangan daerah, Pemko Medan mencatat realisasi pendapatan sebesar Rp6,32 triliun atau 90,79 persen dari target Rp6,96 triliun. Pendapatan tersebut terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp3,09 triliun, pendapatan transfer Rp3,13 triliun, serta lain-lain pendapatan sah sebesar Rp100 miliar.

Sementara itu, realisasi belanja daerah mencapai Rp5,83 triliun atau 82,56 persen dari target Rp7,07 triliun yang dialokasikan untuk belanja operasi, belanja modal, dan belanja tidak terduga.

Rico juga memaparkan berbagai capaian pembangunan yang mencakup tujuh misi utama daerah. Di antaranya pembangunan berbasis budaya multikultural dengan 93 objek cagar budaya, pembangunan infrastruktur melalui rehabilitasi jalan sepanjang 195 kilometer, serta program zero lampu padam yang telah mencapai 90 persen lampu jalan menyala.

Pada sektor pelayanan publik, Pemko Medan meraih nilai A dengan skor 4,54 pada Indeks Pelayanan Publik. Selain itu, Indeks Inovasi Daerah mencapai 58,16 atau melampaui target yang telah ditetapkan.

Di bidang ekonomi, nilai investasi Kota Medan pada 2025 tercatat mencapai Rp14,59 triliun. Angka ini meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya dan turut berdampak pada penyerapan tenaga kerja melalui berbagai program, termasuk kegiatan career expo.

Menurut Rico, capaian tersebut juga didukung dengan berbagai penghargaan yang diraih Pemko Medan. Di antaranya opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan selama lima tahun berturut-turut, UHC Awards 2025 kategori Madya, Innovative Government Award 2025, serta predikat pelayanan publik tanpa maladministrasi terbaik di Sumatera Utara.

Selain itu, Kota Medan juga meraih status kinerja tinggi dengan masuk dalam lima besar kota terbaik nasional berdasarkan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD) oleh Kementerian Dalam Negeri.

Mengakhiri penyampaiannya, Rico berharap DPRD Kota Medan dapat memberikan masukan strategis guna meningkatkan kinerja pemerintah daerah ke depan. Ia menegaskan bahwa rekomendasi DPRD akan menjadi bahan evaluasi penting.

“Masukan dan rekomendasi dari DPRD akan menjadi catatan penting bagi Pemerintah Kota Medan untuk terus memperbaiki dan meningkatkan kinerja pembangunan di masa mendatang,” pungkasnya.