Medan, kedannews.co.id โ Simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) yang digelar Polda Sumut menunjukkan kesiapan aparat dalam menghadapi berbagai potensi ancaman, mulai dari gangguan kamtibmas hingga situasi darurat berskala besar.
Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam penguatan sistem keamanan terpadu di wilayah Kota Medan, dengan melibatkan berbagai unsur terkait dalam skenario pengamanan yang terstruktur dan berlapis.
Kapolrestabes Medan, Jean Calvijn Simanjuntak, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan puncak dari rangkaian panjang persiapan yang telah dilakukan sejak Maret 2026.
โTahapannya lengkap, mulai dari deklarasi Sabuk Kamtibmas, tactical floor game, hingga simulasi lapangan dengan berbagai skenario, termasuk penanganan massa, penjarahan, penyanderaan hingga penjinakan bom,โ ujarnya.
Ia menegaskan bahwa simulasi ini tidak hanya bersifat seremonial, melainkan bentuk kesiapsiagaan nyata aparat dalam menghadapi kemungkinan terburuk di lapangan. Ke depan, pihaknya juga akan melaksanakan simulasi lanjutan di sejumlah titik strategis Kota Medan.
โKami akan lakukan di kondisi riil, tentu dengan pemberitahuan kepada masyarakat agar tidak menimbulkan kepanikan,โ jelasnya.
Langkah tersebut juga akan disertai dengan pengaturan lalu lintas serta rekayasa jalan yang terlebih dahulu disosialisasikan kepada masyarakat, guna memastikan aktivitas warga tetap berjalan dengan tertib dan aman.
Sementara itu, Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menyampaikan apresiasi atas kesiapan Polri dalam menjaga keamanan kota melalui simulasi tersebut.
Ia menilai kegiatan ini menjadi bukti keseriusan aparat dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat, sekaligus memperkuat rasa aman di tengah dinamika perkotaan.
โKami yakin kepolisian mampu menjaga Kota Medan tetap aman dan nyaman, termasuk menghadapi potensi kejahatan jalanan hingga situasi darurat seperti penyanderaan dan bom,โ ujarnya.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan masyarakat menjadi faktor utama dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah.
Dengan adanya simulasi ini, Pemerintah Kota Medan berharap tingkat kepercayaan publik terhadap aparat keamanan semakin meningkat, serta memperkuat rasa aman dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.












