MEDAN, kedannews.co.id – Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara resmi memulai Operasi Kepolisian Kewilayahan ASEAN U-19 Toba 2026 dengan menggelar Apel Gelar Pasukan di Lapangan KS Tubun Mapolda Sumut, Senin (1/6/2026). Sebanyak 2.081 personel gabungan disiagakan untuk mengamankan seluruh rangkaian turnamen sepak bola internasional ASEAN U-19 Boys Bank Sumut Championship 2026 yang diikuti 11 negara peserta.
Apel tersebut dipimpin Wakapolda Sumut, Brigjen Pol Sonny Irawan, yang mewakili Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto.
Dalam amanat Kapolda yang dibacakan Wakapolda, ditegaskan bahwa penunjukan Sumatera Utara sebagai tuan rumah ASEAN U-19 Boys Bank Sumut Championship 2026 merupakan sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar yang harus dijaga bersama oleh seluruh pihak terkait.
Saat membacakan amanat Kapolda, Sonny menyampaikan bahwa keberhasilan penyelenggaraan turnamen tidak hanya menjadi kebanggaan bagi masyarakat Sumatera Utara, tetapi juga membawa nama baik Indonesia di tingkat internasional.
“Keberhasilan penyelenggaraan event ini bukan hanya menjadi kebanggaan Sumatera Utara, tetapi juga membawa nama baik Indonesia di mata dunia internasional,” kata Sonny saat membacakan amanat Kapolda.
Operasi “ASEAN U19 Toba-2026” akan berlangsung selama 13 hari, terhitung mulai 1 hingga 13 Juni 2026. Dalam pelaksanaannya, pengamanan melibatkan 1.320 personel Polri dan 761 personel dari berbagai instansi terkait.
Pola pengamanan yang diterapkan mengedepankan langkah preventif, preemtif, deteksi dini, serta penegakan hukum guna memastikan seluruh agenda turnamen berjalan aman dan tertib.
Ribuan personel tersebut akan disebar pada sejumlah titik strategis, mulai dari Bandara Internasional Kualanamu sebagai pintu kedatangan delegasi, hotel tempat menginap peserta, lokasi latihan, hingga stadion yang menjadi arena pertandingan.
Turnamen ASEAN U-19 tahun ini diikuti oleh Indonesia, Vietnam, Timor Leste, Myanmar, Thailand, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Australia, Kamboja, dan Filipina.
Seluruh pertandingan dipusatkan di Stadion Utama Sumatera Utara, Stadion Madya Sumatera Utara, dan Stadion Teladan yang menjadi venue utama pelaksanaan kompetisi.
Laga pembuka Tim Nasional Indonesia menghadapi Myanmar pada Senin malam menjadi salah satu agenda yang mendapat perhatian khusus dalam skema pengamanan. Selain pertandingan fase grup, aparat keamanan juga telah menyiapkan pengamanan untuk babak semifinal hingga partai final yang dijadwalkan berlangsung pada 13 Juni 2026.
Dalam arahannya kepada seluruh personel, Wakapolda Sumut menekankan pentingnya profesionalisme dan pelayanan humanis selama bertugas. Ia mengingatkan bahwa perhatian masyarakat, peserta, ofisial, hingga tamu negara akan tertuju ke Sumatera Utara selama penyelenggaraan turnamen berlangsung.
Polda Sumut juga memetakan sejumlah potensi gangguan keamanan yang perlu diantisipasi, seperti pencurian kendaraan bermotor di area parkir, gangguan terhadap suporter, hingga kemungkinan terjadinya keributan antarpendukung.
Wakapolda menegaskan seluruh lokasi yang berkaitan dengan aktivitas peserta dan delegasi internasional merupakan objek vital yang harus mendapatkan pengamanan maksimal.
“Seluruh titik yang menjadi pusat aktivitas peserta dan tamu negara merupakan objek vital yang harus diamankan secara maksimal. Tingkatkan kepekaan, kesiapsiagaan, dan pelayanan kepada masyarakat agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, lancar, dan kondusif,” tegasnya.
Dengan dimulainya Operasi ASEAN U-19 Toba 2026, Polda Sumut memastikan seluruh kekuatan pengamanan telah dipersiapkan untuk mendukung kelancaran turnamen internasional tersebut.
Pengamanan yang optimal diharapkan mampu menciptakan situasi yang aman dan kondusif selama kompetisi berlangsung, sekaligus memperkuat citra Sumatera Utara sebagai tuan rumah yang ramah, aman, dan siap menggelar event olahraga bertaraf internasional.












