TNI & Polri / Keamanan & Pertahanan

Wakapolda Sumut Buka Pendidikan Bintara Polri 2026 di SPN Hinai, Cetak Personel SPKT Berkarakter dan Profesional

17
×

Wakapolda Sumut Buka Pendidikan Bintara Polri 2026 di SPN Hinai, Cetak Personel SPKT Berkarakter dan Profesional

Sebarkan artikel ini

Pendidikan lima bulan diikuti ribuan peserta didik secara nasional dengan penekanan pada moral, integritas, pelayanan humanis, serta kompetensi menghadapi tantangan kepolisian di era digital.

Suasana upacara pembukaan Pendidikan Pembentukan Bintara Polri Tahun Anggaran 2026 di Sekolah Polisi Negara (SPN) Hinai, Kabupaten Langkat, yang diikuti peserta didik dari Polda Sumatera Utara, Senin (20/7/2026). (kedannews.co.id/Foto: Ist).

LANGKAT, kedannews.co.id – Pendidikan Pembentukan Bintara Polri Tahun Anggaran 2026 resmi dimulai di Sekolah Polisi Negara (SPN) Hinai, Polda Sumatera Utara, Senin (20/7/2026). Pembukaan dilakukan oleh Wakapolda Sumut Brigjen Pol. Sonny Irawan, S.I.K., M.H. melalui upacara yang sekaligus menandai dimulainya proses pembinaan calon personel Polri yang akan dipersiapkan untuk memperkuat pelayanan kepolisian di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT).

Berdasarkan keterangan Humas Polda Sumut, pada kesempatan tersebut Wakapolda Sumut membacakan amanat Kepala Lembaga Pendidikan dan Latihan (Kalemdiklat) Polri Komjen Pol. Drs. R. Z. Panca Putra S., M.Si. yang menekankan pentingnya membentuk sumber daya manusia Polri yang profesional, berintegritas, humanis, dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Kalemdiklat Polri menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta didik yang berhasil melewati seluruh tahapan seleksi hingga dinyatakan lulus mengikuti Pendidikan Pembentukan Bintara Polri Berkemampuan SPKT Tahun Anggaran 2026. Para peserta dinilai sebagai generasi terbaik bangsa yang akan dipersiapkan menjadi garda terdepan pelayanan kepolisian kepada masyarakat.

“Pendidikan ini tidak boleh dipandang sekadar proses mengubah status seseorang menjadi anggota Polri, melainkan proses transformasi pengetahuan, keterampilan, karakter, mental, dan budaya sehingga setiap peserta didik benar-benar siap menjadi pelaksana tugas kepolisian yang profesional, khususnya pada Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT),” demikian amanat Kalemdiklat Polri yang dibacakan Wakapolda Sumut.

Secara nasional, program pendidikan ini diikuti sebanyak 4.792 peserta didik. Dari jumlah tersebut, 708 polisi wanita menjalani pendidikan di Sepolwan Lemdiklat Polri, sedangkan 4.084 polisi pria mengikuti pendidikan di 31 SPN Polda yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia dengan masa pendidikan selama lima bulan.

Tahun ini, pendidikan mengangkat tema “Membangun Keutamaan Pendidikan Polri yang Berbasis Moral dan Literasi untuk Mendukung Program Kedaulatan Pangan, Energi, dan Ekonomi yang Produktif serta Inklusif.” Tema tersebut menggambarkan komitmen Polri dalam membangun personel yang tidak hanya menguasai kemampuan teknis, tetapi juga memiliki karakter kuat, integritas tinggi, serta kecakapan berpikir kritis menghadapi dinamika tugas di era digital.

Dalam amanatnya juga ditegaskan bahwa personel SPKT merupakan wajah pertama institusi Polri yang berinteraksi langsung dengan masyarakat. Oleh sebab itu, lulusan pendidikan diharapkan mampu memberikan pelayanan secara cepat, tepat, santun, humanis, sekaligus menghadirkan kepastian hukum bagi masyarakat yang membutuhkan perlindungan maupun pelayanan kepolisian.

Selain penguatan karakter, kurikulum Pendidikan Pembentukan Bintara Polri TA 2026 menerapkan pendekatan Outcome-Based Education (OBE) yang berorientasi pada pencapaian kompetensi lulusan. Melalui sistem tersebut, peserta didik dibekali kemampuan berpikir analitis, menyelesaikan persoalan, bekerja sama, memanfaatkan teknologi, hingga mengambil keputusan secara cepat, tepat, dan bertanggung jawab.

Kalemdiklat Polri juga mengingatkan seluruh peserta didik agar senantiasa menjaga keimanan, meningkatkan disiplin, membangun solidaritas, menghormati tenaga pendidik, serta menjadikan setiap tahapan pendidikan sebagai proses pembentukan mental dan karakter insan Bhayangkara Presisi.

Sementara itu, seluruh kepala SPN, tenaga pendidik, instruktur, dan pengasuh diminta menyelenggarakan proses pendidikan secara profesional dengan mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan. Pelaksanaan pendidikan juga harus terbebas dari praktik kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat peserta didik.

“Pendidikan yang keras tidak harus kasar. Latihan yang berat tidak boleh kehilangan martabat. Ketegasan harus membentuk karakter, bukan menumbuhkan dendam. Tekanan latihan harus memperkuat daya juang, bukan merusak fisik dan mental peserta didik,” demikian penegasan Kalemdiklat Polri dalam amanat yang dibacakan Wakapolda Sumut.

Melalui Pendidikan Pembentukan Bintara Polri TA 2026, Polri berharap dapat melahirkan personel yang memiliki moral dan integritas yang kuat, profesional dalam menjalankan tugas, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu memberikan pelayanan kepolisian yang semakin berkualitas, humanis, dan dipercaya masyarakat.