“Pendidikan ini tidak boleh dipandang sekadar proses mengubah status seseorang menjadi anggota Polri, melainkan proses transformasi pengetahuan, keterampilan, karakter, mental, dan budaya sehingga setiap peserta didik benar-benar siap menjadi pelaksana tugas kepolisian yang profesional, khususnya pada Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT),” demikian amanat Kalemdiklat Polri yang dibacakan Wakapolda Sumut.
Secara nasional, program pendidikan ini diikuti sebanyak 4.792 peserta didik. Dari jumlah tersebut, 708 polisi wanita menjalani pendidikan di Sepolwan Lemdiklat Polri, sedangkan 4.084 polisi pria mengikuti pendidikan di 31 SPN Polda yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia dengan masa pendidikan selama lima bulan.
Tahun ini, pendidikan mengangkat tema “Membangun Keutamaan Pendidikan Polri yang Berbasis Moral dan Literasi untuk Mendukung Program Kedaulatan Pangan, Energi, dan Ekonomi yang Produktif serta Inklusif.” Tema tersebut menggambarkan komitmen Polri dalam membangun personel yang tidak hanya menguasai kemampuan teknis, tetapi juga memiliki karakter kuat, integritas tinggi, serta kecakapan berpikir kritis menghadapi dinamika tugas di era digital.












