Berita Utama & HeadlineHukum & Kriminal

Bocah 4 Tahun Tertembak saat Tawuran di Belawan

11
×

Bocah 4 Tahun Tertembak saat Tawuran di Belawan

Sebarkan artikel ini

Polisi Klaim Identitas Pelaku Sudah Dikantongi

Romanda Siregar saat mendampingi anaknya yang menjadi korban penembakan bagian kelopak mata sebelah kanan saat tawuran di Belawan, Medan, Selasa (6/1/2026). (kedannews.co.id/ist)

MEDAN, kedannews.co.id – Kasus penembakan yang menimpa seorang bocah berusia 4 tahun di kawasan Belawan, Kota Medan, masih dalam penyelidikan intensif aparat kepolisian. Korban berinisial AA mengalami luka tembak di bagian mata saat berada di sekitar lokasi tawuran antarkelompok pemuda.

Satuan Reserse Kriminal Polres Pelabuhan Belawan menyatakan telah mengantongi identitas terduga pelaku, meski hingga kini belum dilakukan penangkapan.

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan AKP Agus Purnomo membenarkan bahwa laporan resmi terkait peristiwa tersebut telah diterima dan ditindaklanjuti. Tim penyidik telah turun ke lokasi kejadian untuk mengumpulkan keterangan saksi serta menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar tempat kejadian perkara.

“Laporan sudah kami terima. Kami juga telah melakukan olah TKP dan pemeriksaan saksi. Identitas pelaku sudah kami ketahui,” ujar Agus saat dikonfirmasi, Selasa (6/1/2026).

Meski demikian, pihak kepolisian belum mengungkapkan detail identitas pelaku maupun motif secara terbuka. Agus meminta dukungan masyarakat agar proses penegakan hukum dapat berjalan lancar hingga pelaku berhasil diamankan.

Terkait proyektil yang bersarang di tubuh korban, polisi masih menunggu hasil observasi medis dari pihak rumah sakit. Hingga saat ini, jenis senjata api yang digunakan dalam insiden tersebut belum dapat dipastikan.

“Kami masih menunggu hasil pemeriksaan medis untuk mengetahui jenis peluru yang mengenai korban,” kata Agus.

Peristiwa tragis ini terjadi pada Senin (5/1/2026). Ibu korban, Romanda Capriati Siregar (33), menuturkan kejadian bermula ketika ia bersama anaknya menaiki becak untuk menjemput sang suami di kawasan Pasar Baru Belawan.

Saat melintas di sekitar Jalan Stasiun, tak jauh dari Rumah Sakit Prima Husada Cipta Belawan, becak yang mereka tumpangi terpaksa berhenti karena sejumlah pemuda terlibat tawuran.

“Tiba-tiba anak saya menangis keras. Saya kaget, ternyata darah keluar dari matanya,” tutur Romanda saat ditemui di RSUD Dr Pirngadi Medan.

Dalam kondisi panik, Romanda langsung membawa anaknya ke klinik terdekat. Namun karena keterbatasan fasilitas, korban dirujuk ke RS PHC Belawan sebelum akhirnya dibawa ke RSUD Pirngadi Medan untuk penanganan lebih lanjut.

“Hasil pemeriksaan menyebutkan peluru masih bersarang di mata anak saya. Sampai sekarang belum dioperasi,” ungkapnya.

Pihak keluarga menyebutkan bahwa korban rencananya akan dirujuk ke Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara (RS USU) guna mendapatkan penanganan medis lanjutan oleh dokter spesialis.

Romanda berharap aparat kepolisian dapat segera menangkap pelaku penembakan dan anaknya dapat segera menjalani operasi demi menyelamatkan penglihatan serta nyawanya.

“Semoga pelakunya cepat ditangkap dan anak saya bisa selamat,” ucapnya dengan suara bergetar.

Kasus ini kembali menyoroti maraknya aksi tawuran bersenjata di kawasan padat penduduk Belawan yang tidak hanya mengancam para pelaku, tetapi juga membahayakan warga sipil, termasuk anak-anak.