Ekonomi & Bisnis

Harga Anjlok, Petani Bawang Sumut Demo Tuntut Penertiban Impor Ilegal

6
×

Harga Anjlok, Petani Bawang Sumut Demo Tuntut Penertiban Impor Ilegal

Sebarkan artikel ini

Kondisi ini berdampak langsung pada harga jual bawang lokal yang tidak mampu bersaing, bahkan cenderung terus menurun.

Petani bawang merah di Sumatera Utara protes terkait harga hasil panen yang terus merosot diduga akibat membanjirnya bawang impor ilegal. (kedannews.co.id/ist)

Medan, kedannews.co.id β€” Ratusan petani bawang merah di Sumatera Utara menggelar aksi protes menyusul merosotnya harga jual hasil panen yang dinilai semakin merugikan. Penurunan harga ini diduga dipicu oleh maraknya peredaran bawang impor ilegal di pasar.

Aksi yang digagas oleh Aliansi Petani Bawang Sumatera Utara tersebut diikuti petani dari Tanah Karo dan sejumlah daerah sentra produksi lainnya. Massa memulai aksi dari Kantor Gubernur Sumatera Utara, kemudian bergerak ke Gedung DPRD Sumut, dan berakhir di Mapolda Sumut.

Koordinator aksi, Sutra Sembiring, menyampaikan bahwa kondisi petani saat ini sangat memprihatinkan akibat harga bawang yang terus jatuh di tingkat petani.

β€œHarga bawang sudah hancur. Masuknya bawang impor ilegal membuat hasil panen kami tidak lagi bernilai,” ujarnya dalam orasi.

Menurut para petani, bawang yang beredar di pasaran diduga berasal dari luar negeri seperti India dan Thailand. Produk tersebut disinyalir masuk tanpa melalui prosedur resmi, sehingga tidak terkontrol dan menyebabkan pasokan melimpah di pasar.

Kondisi ini berdampak langsung pada harga jual bawang lokal yang tidak mampu bersaing, bahkan cenderung terus menurun.

Dalam aksi tersebut, petani menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah, di antaranya meminta penghentian peredaran bawang impor ilegal, penindakan tegas terhadap pelaku, serta perlindungan konkret bagi petani lokal.

Di Gedung DPRD Sumut, perwakilan massa diterima oleh Gusmayadi yang menyatakan akan menindaklanjuti aspirasi tersebut melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama pihak terkait.

Setelah dari DPRD, massa melanjutkan aksi ke Mapolda Sumut untuk melaporkan dugaan praktik impor ilegal tersebut secara resmi kepada aparat penegak hukum.

Aksi berlangsung dengan tertib di bawah pengawalan kepolisian. Para petani berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret agar harga bawang kembali stabil dan keberlangsungan usaha tani di daerah tetap terjaga.