Sidikalang, kedannews.co.id – Pemerintah Kabupaten Dairi akhirnya mengungkap hasil uji laboratorium terkait dugaan keracunan massal yang dialami ratusan pelajar penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Berdasarkan hasil pemeriksaan, penyebab utama kejadian tersebut diduga akibat kontaminasi bakteri pada makanan yang dikonsumsi siswa.
Hasil tersebut disampaikan dalam rapat evaluasi yang dipimpin Bupati Dairi Vickner Sinaga bersama Wakil Bupati sekaligus Ketua Satgas Percepatan MBG Kabupaten Dairi, Wahyu Daniel Sagala, di ruang rapat kantor bupati, Jumat (27/2/2026).
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Dairi, Henry Manik, menjelaskan bahwa uji mikrobiologi terhadap sampel makanan menemukan sejumlah bakteri yang berpotensi menyebabkan keracunan. Sampel diperiksa di Laboratorium Kesehatan Daerah Sumatera Utara pada 13–18 Februari 2026.
“Pada sampel makanan di SMK HKBP ditemukan bakteri Staphylococcus aureus dan Bacillus cereus pada nasi putih, serta kapang khamir pada menu gulai ayam. Sementara pada sampel makanan di SMK Arina ditemukan kapang khamir pada nasi putih, serta total coliform pada sayur tumis taoge dan tempe goreng tepung,” ujar Henry.
Ia menambahkan, gejala yang dialami para siswa seperti mual, muntah, diare, dan sakit perut mengarah kuat pada keracunan makanan akibat kontaminasi bakteri.
Menurutnya, dugaan sementara keracunan dipicu lamanya jeda waktu antara proses pengolahan hingga makanan dikonsumsi. Kondisi ini diperparah oleh sistem penyimpanan dan distribusi yang tidak memenuhi standar keamanan pangan.
“Durasi distribusi yang terlalu lama memungkinkan pertumbuhan bakteri. Selain itu, suhu penyimpanan juga tidak sesuai standar,” jelasnya.
Meski demikian, Henry memastikan seluruh siswa yang terdampak telah mendapatkan penanganan medis dan kini dalam kondisi stabil.
Bupati Dairi menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak akan mentoleransi kelalaian dalam penyediaan makanan bagi pelajar. Ia menyebut keselamatan siswa menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan program nasional tersebut.
“Program ini bagian dari strategi nasional menuju Indonesia Emas 2045. Namun kesehatan peserta didik tetap menjadi prioritas. Kita akan melakukan evaluasi menyeluruh mulai dari pengadaan, pengolahan hingga distribusi,” tegas Vickner.
Pemerintah Kabupaten Dairi juga memastikan seluruh biaya pengobatan siswa yang dirawat di RSUD Sidikalang, RS Serenapita, serta sejumlah puskesmas dan klinik ditanggung oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Sementara itu, Koordinator Wilayah BGN Dairi dan Pakpak Bharat, Pahlawan Nasution, menyampaikan operasional satuan penyedia pangan terkait telah dihentikan sementara.
“Operasional SPPG Sidikalang III dihentikan sementara. Kami akan melakukan audit menyeluruh terhadap prosedur produksi dan distribusi agar kejadian serupa tidak terulang,” ujarnya.
Sebagai langkah lanjutan, pemerintah daerah juga memperketat pengawasan terhadap sertifikasi higiene sanitasi, standar keamanan pangan nasional, serta kepatuhan terhadap prosedur operasional.
Insiden ini menjadi perhatian serius berbagai pihak, mengingat program MBG merupakan salah satu prioritas pemerintah dalam meningkatkan gizi peserta didik. Evaluasi menyeluruh diharapkan mampu memperbaiki sistem dan memastikan keamanan makanan bagi siswa di masa mendatang.












