Ekonomi & Bisnis

Komisaris dan Direksi Satu Suara, Bank Sumut Percepat Transformasi untuk Perkuat Daya Saing

2
×

Komisaris dan Direksi Satu Suara, Bank Sumut Percepat Transformasi untuk Perkuat Daya Saing

Sebarkan artikel ini

Dalam konteks nasional, penguatan peran bank pembangunan daerah juga dipandang strategis karena menjadi salah satu penghubung pembiayaan pembangunan wilayah, termasuk bagi pelaku usaha kecil dan menengah.

Bank Sumut menggelar Coffee Morning bertema ‘Berubah, Bertumbuh, dan Berprestasi’ yang digelar Rabu (11/2) (kedannews.co.id/Aris)

Medan, kedannews.co.id – Jajaran Komisaris dan Direksi PT Bank Sumut (Perseroda) menegaskan komitmen bersama dalam menjalankan transformasi perusahaan sebagai upaya mendorong kinerja yang lebih kompetitif. Penyesuaian struktur organisasi, percepatan digitalisasi layanan, serta penguatan pembiayaan sektor produktif menjadi agenda utama dalam strategi tersebut.

Komitmen ini disampaikan dalam kegiatan Coffee Morning Bersama Bank Sumut bertema Berubah, Bertumbuh, dan Berprestasi yang berlangsung pada Rabu (11/2). Transformasi dinilai penting seiring perubahan layanan keuangan yang semakin berbasis digital, tuntutan efisiensi operasional, serta kebutuhan memperluas akses masyarakat terhadap layanan perbankan.

Dalam konteks nasional, penguatan peran bank pembangunan daerah juga dipandang strategis karena menjadi salah satu penghubung pembiayaan pembangunan wilayah, termasuk bagi pelaku usaha kecil dan menengah.

Komisaris Utama Bank Sumut, Firsal Mutyara, mengatakan langkah perubahan organisasi merupakan tindak lanjut dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar pada November 2025, termasuk penetapan kepemimpinan baru. Penataan struktur dilakukan untuk meningkatkan efektivitas koordinasi dan kolaborasi antarunit kerja.

“Manajemen menargetkan pertumbuhan jangka panjang yang sejalan dengan arahan pemegang saham serta upaya regulator dalam memperkuat daya saing bank daerah,” ujar Firsal.

Sementara itu, Direktur Utama Bank Sumut Heru Mardiansyah menegaskan bahwa transformasi menjadi kebutuhan mendasar agar bank tetap relevan menghadapi dinamika ekonomi dan perubahan kebutuhan nasabah.

“Transformasi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan agar bank mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, ekonomi, dan perilaku masyarakat,” katanya.

Strategi transformasi dijalankan melalui konsolidasi internal, penataan organisasi, percepatan digitalisasi layanan, serta penguatan peran Bank Sumut sebagai mitra pemerintah daerah dan masyarakat. Selain itu, manajemen memfokuskan penguatan pada tiga aspek utama, yakni menjaga fundamental kelembagaan yang sehat, menghadirkan layanan digital yang mudah diakses, serta memperluas dukungan pembiayaan bagi UMKM dan sektor produktif.

Digitalisasi diposisikan sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas layanan dan efisiensi proses bisnis, sekaligus mempermudah masyarakat dalam mengakses layanan keuangan. Di sisi lain, peningkatan pembiayaan produktif diharapkan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas, termasuk mendorong pertumbuhan usaha lokal.

“Peran bank daerah tidak hanya berorientasi pada bisnis, tetapi juga pada perluasan inklusi keuangan dan dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi wilayah. Itu yang terus kami perkuat,” kata Heru.

Melalui agenda transformasi ini, Bank Sumut menargetkan tidak hanya peningkatan kinerja perusahaan, tetapi juga perluasan akses layanan keuangan bagi masyarakat serta kontribusi nyata terhadap aktivitas ekonomi daerah. Ke depan, Bank Sumut diharapkan tumbuh sebagai lembaga keuangan daerah yang modern, kompetitif, dan tetap dekat dengan kebutuhan publik.