Hukum & Kriminal

Palang Pintu Tak Berfungsi, Mobil ASN Dihantam Kereta di Perlintasan Sei Buluh

4
×

Palang Pintu Tak Berfungsi, Mobil ASN Dihantam Kereta di Perlintasan Sei Buluh

Sebarkan artikel ini

Korban mengalami luka serius di bagian dada dan hingga kini masih menjalani perawatan intensif di RS Sultan Sulaiman Sergai dalam kondisi belum sadar.

Seorang PNS di Dinas Pendidikan kritis akibat tertabrak kereta api Sri Bilah, Senin (2/3/2026). (kedannews.co.id/ist)

Sergai, kedannews.co.id – Kecelakaan kembali terjadi di perlintasan kereta api Desa Sei Buluh, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, Senin (2/3/2026) sore. Seorang aparatur sipil negara (ASN) di Dinas Pendidikan Sergai mengalami luka berat setelah mobil yang dikemudikannya tertabrak kereta api penumpang.

Korban diketahui bernama Riana Sihombing (58), yang bertugas sebagai koordinator wilayah (korwil) Dinas Pendidikan Sergai. Saat kejadian sekitar pukul 16.50 WIB, ia mengendarai Toyota Innova BK 1263 XAG dari jalan lintas menuju Desa Lubuk Bayas.

Menurut keterangan yang dihimpun di lokasi, saat melintas di rel kereta api, palang pintu perlintasan diduga dalam kondisi rusak dan tidak tertutup. Pada waktu bersamaan, Kereta Api Sri Bilah Utama U45 yang dikemudikan masinis M. Septiadi Angriawan melaju dan menghantam sisi kiri kendaraan korban.

Benturan keras membuat mobil terseret sejauh kurang lebih 20 meter dari titik tabrakan. Bagian samping kendaraan ringsek parah akibat kuatnya hantaman.

Akibat insiden tersebut, korban mengalami luka serius di bagian dada dan hingga kini masih menjalani perawatan intensif di RS Sultan Sulaiman Sergai dalam kondisi belum sadar.

Kasat Lantas Polres Sergai, AKP Fauzul Arasy, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari hasil pemeriksaan awal, palang pintu di lokasi diketahui tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

β€œKendaraan korban sudah diamankan di Pos Lantas Sei Sejenggi. Untuk penyebab pasti masih dalam proses penyelidikan,” ujarnya.

Kerugian materi akibat kecelakaan ini diperkirakan mencapai sekitar Rp20 juta.

Peristiwa tersebut kembali menyoroti kondisi perlintasan kereta api di wilayah Sei Buluh yang dinilai rawan kecelakaan. Warga berharap adanya perbaikan dan pengawasan lebih ketat agar kejadian serupa tidak kembali terulang.