Batu Bara, kedannews.com – Sempat viral di media sosial dan pemberitaan media online, pasangan suami istri (Pasutri) mencari nafkah sebagai pemulung, membawa dua anak yang masih balita didorong dengan angkong, mengitari wilayah Kecamatan Lima Puluh dan sekitarnya.
Prihatin mendengar hal tersebut, Kapolres Batu Bara AKBP Ikhwan Lubis. SH. MH, kunjungi kediaman pasutri pemulung yang membawa balitanya di Desa Empat Negri Kecamatan Datuk Lima Puluh, Kabupaten Batu Bara, Jumat, (19/11/2021).

Pasutri Ridwan Sinaga (56) dan Mastri Dewi Haloho (39) yang harus menjadi pemulung , mencari barang bekas untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Ridwan Sinaga bersama Mastri Dewi Haloho menceritakan, dirinya harus menempuh jarak puluhan kilometer untuk mencari barang bekas, memulung dengan menggunakan angkong.
βDimulai dari jam 7 pagi sampai jam 5 sore. Kami cari barang bekas mulai dari Tanah Itam Ulu, Pekan Selasa, Pulau Sejuk hingga seputaran Kecamatan Lima Puluh,β ungkap Dewi.
Ridwan harus berjibaku mencari nafkah demi menghidupi tiga orang anaknya.
,
“Saya bersama istri terpaksa harus membawa serta kedua anak saya yang berusia 3,5 tahun dan 1,9 tahun diatas angkong untuk mencari barang bekas, sebab dirumah tidak ada yang jaga,” tambah Ridwan.
“Sementara anak saya yang berusia 11 tahun dititipkan dirumah keluarga,” jelas Ridwan.
Ia mengaku mendapat sekitar Rp 20.000 β 30.000 per hari. Pendapatan tersebut harus dibagi untuk kebutuhan hidup sehari – hari.
Kapolres Batu Bara AKBP Ikhwan Lubis merasa haru melihat perjuangan hidup dari Ridwan Sinaga dan Mastri Dewi Haloho.
βKita melihat kondisi kediamannya sangat memperihatinkan. Nanti, melalui Komunitas Sedekah Jumat (KSJ), perlahan rumahnya akan kita renovasi. Kemudian, tadi kita dengar anak pertamanya putus sekolah (kelas 5 SD)” ujar Kapolres.
“Tadi sudah kita bujuk untuk kembali sekolah, perlengkapan kita lengkapi, kita belikan sepeda, kita daftarkan lagi langsung ke sekolahnya,β katanya.
Dengan harapan bantuan yang diberikan dapat membantu mengurangi beban kebutuhan sehari-hari, sembari berpesan untuk menghubungi polres bila ada kebutuhan yang diperlukan untuk anaknya yang putus sekolah, tutup AKBP Ikhwan. (Eka)












