Medan, kedannews.co.id — Puluhan warga Kelurahan Sudirejo I, Kecamatan Medan Kota, menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sudirejo Medan Kota 007, Kamis (26/3). Aksi tersebut dipicu kekecewaan warga yang tidak diterima sebagai relawan dalam program tersebut.
Sejumlah warga mendatangi kantor SPPG di Jalan Turi untuk menyampaikan aspirasi secara langsung. Mereka menilai proses seleksi relawan tidak berpihak kepada masyarakat sekitar, meski lokasi fasilitas tersebut berada di lingkungan mereka.
Salah seorang warga, Wiwi, mengaku telah mengajukan lamaran sejak Februari 2026 bersama puluhan warga lainnya. Namun dari total pelamar lokal, hanya sebagian kecil yang dinyatakan lolos.
“Dari puluhan warga sini yang melamar, hanya beberapa orang saja yang diterima. Sementara yang lain justru dari luar daerah,” ujarnya di lokasi aksi.
Kekecewaan serupa disampaikan warga lain, Efita. Ia mengatakan, sebagian pelamar bahkan tidak mendapatkan informasi hasil seleksi. Menurutnya, hal ini menambah ketidakjelasan dalam proses rekrutmen.
“Tidak semua dapat pemberitahuan. Ada yang dihubungi lewat WhatsApp, tapi banyak juga yang tidak mendapat kabar sama sekali,” katanya.
Meski demikian, aksi yang berlangsung di depan kantor SPPG tersebut berjalan tertib. Warga menegaskan bahwa mereka hanya ingin menyampaikan aspirasi tanpa melakukan tindakan anarkis.
Efita mengungkapkan, kehadiran program SPPG sebelumnya sempat memberi harapan bagi warga sekitar untuk memperoleh pekerjaan, meskipun hanya sebagai tenaga relawan.
“Kami senang awalnya, karena ini seperti peluang baru bagi warga sekitar,” ucapnya.
Sementara itu, Penanggung Jawab Operasional SPPG Sudirejo Medan Kota 007, Deni, menjelaskan bahwa proses perekrutan relawan telah dilakukan sesuai petunjuk teknis yang berlaku. Total relawan yang diterima mencapai 47 orang, yang berasal dari berbagai wilayah, termasuk luar Sudirejo.
Menurutnya, sebagian warga menuntut agar seluruh relawan diambil dari lingkungan sekitar, namun hal tersebut tidak sepenuhnya dapat dipenuhi.
“Memang ada keinginan dari warga agar semuanya dari sini, tapi kami tetap mengikuti prosedur yang ada,” kata Deni.
Meski demikian, pihak SPPG membuka kemungkinan untuk melakukan evaluasi ke depan guna mempertimbangkan aspirasi masyarakat setempat.
“Kami akan melihat kembali ke depannya, apakah bisa lebih mengakomodasi warga sekitar, tentu dengan tetap mempertimbangkan kebutuhan dan proses seleksi,” ujarnya.
Aksi ini menjadi perhatian karena menyangkut harapan masyarakat terhadap program pelayanan publik yang diharapkan dapat memberikan manfaat langsung, termasuk peluang kerja bagi warga di sekitarnya.












