MEDAN, KedanNews.co.id β Kecelakaan lalu lintas fatal kembali merenggut nyawa di Kota Medan. Seorang remaja putri pengendara sepeda motor Honda Scoopy tewas setelah ditabrak mobil angkutan kota (angkot) Morina di Jalan KL Yos Sudarso, kawasan Titipapan, Kecamatan Medan Deli, Selasa malam, (3/2/2026), sekitar pukul 21.40 WIB.
Peristiwa tragis itu terjadi saat angkot Morina trayek 81 bernomor polisi BK 1399 UE melaju dari arah Belawan menuju pusat kota. Di lokasi kejadian, kendaraan tersebut menyenggol sepeda motor Honda Scoopy BK 2449 AKZ yang dikendarai korban hingga terjatuh dan mengalami luka fatal.
Berdasarkan rangkaian kejadian di lapangan, angkot Morina tersebut diduga melaju dengan kecepatan tinggi dan terlibat aksi saling kejar dengan angkot lain. Kondisi lalu lintas yang padat di kawasan Titipapan diduga memperparah situasi hingga berujung tabrakan maut.
Korban diketahui bernama Jessy Azhara Mayuri, seorang remaja putri. Ibu korban, Yuniati, yang berkendara beriringan di belakang anaknya, menyaksikan langsung peristiwa tersebut dan langsung mendatangi lokasi kejadian sebelum korban dievakuasi ke rumah sakit.
βMereka (angkot) kejar-kejaran, kami sudah berusaha menghindar ke pinggir, tapi angkot itu tetap menyenggol anak saya dari samping sebelah kiri sampai jatuh terlungkup,β ujar Yuniati dengan isak tangis saat ditemui di RSU Delima.
Akibat benturan keras, Jessy Azhara Mayuri dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian. Jenazah korban kemudian dibawa ke rumah sakit untuk penanganan medis dan keperluan administrasi lebih lanjut.
Selain korban meninggal, seorang rekan korban bernama Ridho Ahmad yang berada di sekitar lokasi kejadian turut mengalami luka lecet di bagian wajah, bahu, dan lutut kaki. Ia mendapatkan perawatan medis akibat luka yang dideritanya.
Kendaraan Honda Scoopy milik korban mengalami kerusakan cukup parah pada bagian belakang dan samping akibat senggolan keras. Sementara itu, sopir angkot Morina dilaporkan sempat mencoba meninggalkan lokasi kejadian sebelum akhirnya berhasil dihentikan oleh warga bersama pihak keluarga korban.
Pihak keluarga korban menilai tindakan sopir angkot tersebut mencerminkan kelalaian serius dan membahayakan pengguna jalan lain. Mereka mendesak aparat penegak hukum untuk memproses kasus ini secara tegas dan transparan.
βHarapan saya dia bertanggung jawab dan dimasukkan ke sel. Saya tidak terima anak saya jadi korban meninggal dunia karena mereka ugal-ugalan,β tegas Yuniati.
Hingga kini, kasus kecelakaan maut tersebut masih dalam penanganan Unit Lalu Lintas Polsek Medan Labuhan. Polisi tengah melakukan penyelidikan lanjutan, termasuk mengumpulkan keterangan saksi, mengamankan kendaraan yang terlibat, serta mendalami dugaan aksi ugal-ugalan sebagai faktor penyebab kecelakaan.












