Tulungagung, kedannews.com – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD) Tulungagung Soeroto menghimbau warga untuk mewaspadai bencana berpotensi terjadi saat musim hujan. Selasa (11/1/2022).
Soeroto mengatakan,”negara kita ini negara rawan bencana termasuk Kabupaten Tulungagung. Banyak potensi rawan bencana, dan yang harus disiapkan BPBD adalah personil yang memadai”, jelasnya.
Untuk peningkatan SDM kebencanaan serta peralatan harus lengkap sehingga bilamana terjadi bencana pihaknya sudah siap dalam penanggulan baik itu personil maupun peralatan.
Yang lebih penting lagi, ” kenapa masih ada bencana, karena iklim atau cuacanya sudah tidak bersahabat lagi, salah satu penyebabnya yaitu lingkungan. Untuk itu saya berpesan, ” Mari Kita jaga alam, alam akan jaga kita”, ujarnya.
Untuk selamat para personil harus sering mengadakan latihan, jadi SDM nya latihan dan banyak pembelajaran ke masyarakat dengan cara gladi atau simulasi, karena di situ akan bermanfaat sehingga masyarakat dapat terhindar dari bencana dan sesegera mungkin untuk melakukan evakuasi agar selamat”, tegasnya.
Di ungkapkan pula, dengan berlatih bisa terhindar dari korban bencana. Oleh karena itu Soeroto dengan tegas mengatakan, bencana adalah urusan bersama, semua pihak wajib memiliki kesadaran akan kepedulian terhadap bencana.
Selain itu, hal penting adanya pentahelix yang dimaknai sebagai kerangka kerja dalam berkegiatan dan berkarya agar lebih maksimal. Pentahelix memiliki kepentingan ataupun karakter, disebutkan di dalamnya, terdiri dari pemerintah, masyarakat, akademisi, dunia usaha dan peran media masa ( wartawan).
“Seperti Media, mempunyai peran memberikan edukasi informasi yang benar terkait informasi terkait bencana sehingga masyarakat bisa menangkap bencana edukasi dengan baik sejalan menjadi masyarakat yang tangguh”, ucapnya
Menurutnya, pencegahan bencana alam dan penanganannya tidak bisa dilakukan oleh satu pihak, dalam hal ini pentahelix adalah sebuah jawaban. Melalui pentahelix diupayakan berbagai pihak harus sesuai fungsi dan kapasitasnya. Dengan pengkajian bencana bisa di minimalisir dan di hindari.
Sebelum menanggalkan jabatannya, Soeroto yang telah 8 tahun menjabat sebagai kepala BPBD Tulungagung di kenal masyarakat sebagai sosok humonis, sangat dekat dengan siapapun terlebih kepada para stafnya.
Pesan dan kesan yang disampaikannya. tentunya akan menjadi kenangan dan selalu diingat selama bekerja.
Hal terpenting adalah, setelah dirinya berpindah ke penugasan yang baru yaitu menjabat Kepala (Badan Kepegawaian Daerah ( BKD), Soeroto berpesan kepada anggotanya agar terus memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat, yang semuanya membutuhkan dan semuanya notabennya adalah susah.” Ini adalah suatu kenyamanan batin, kami bisa membantu masyarakat itu rasanya senang , nyaman dan seakan berat meninggalkan”, pungkasnya.
Namun, ini adalah amanah yang harus dijalankan di penugasan yang baru, lanjut Soeroto,” saya akan bekerja secara amanah dan tumaninah sesuai perintah pimpinan”, tutupnya.
Penulis : Gusty Indah
Editor : Mery Ismail, S.Sos












