MEDAN, kedannews.co.id – Forum Kontrol Kekuasaan Sumatera Utara (FKK SU) menggelar aksi unjuk rasa di depan Markas Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut), Senin (8/6/2026) pukul 13.00 WIB. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk dorongan kepada aparat penegak hukum untuk mengusut dugaan peredaran narkotika yang disebut masih menjadi perhatian masyarakat di Kota Binjai.
Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan aspirasi terkait informasi yang beredar di tengah masyarakat mengenai sosok yang dikenal dengan nama “Kibo” yang dikaitkan dengan dugaan jaringan peredaran narkotika di wilayah Kota Binjai.
Selain meminta pengusutan secara menyeluruh terhadap dugaan tersebut, FKK SU juga mendesak Kapolda Sumatera Utara melakukan evaluasi terhadap kinerja Kasat Narkoba Polres Binjai beserta jajarannya. Menurut mereka, langkah tersebut diperlukan guna memastikan upaya pemberantasan narkoba berjalan secara profesional, transparan, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Dalam orasinya, massa aksi menegaskan bahwa setiap dugaan keterlibatan pihak tertentu dalam peredaran narkotika harus ditangani secara serius dan berdasarkan fakta hukum yang dapat dipertanggungjawabkan.
Perwakilan massa aksi menyampaikan tuntutannya di hadapan peserta unjuk rasa.
“Kami mendesak Polda Sumatera Utara untuk mengusut tuntas dugaan jaringan narkoba yang dikaitkan dengan sosok bernama Kibo serta mengungkap siapa pun yang terlibat apabila terbukti berdasarkan proses hukum yang berlaku. Tidak boleh ada ruang bagi peredaran narkoba di Sumatera Utara.”
FKK SU menilai penegakan hukum terhadap tindak pidana narkotika harus dilakukan secara konsisten tanpa pandang bulu. Mereka juga menekankan pentingnya transparansi dalam proses penanganan perkara guna menjaga kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.
Dalam aksi tersebut, massa membawa sejumlah tuntutan yang mereka suarakan secara terbuka, antara lain mendesak pengusutan tuntas dugaan jaringan narkoba, meminta evaluasi terhadap kinerja Satres Narkoba Polres Binjai, mendorong penegakan hukum tanpa tebang pilih, serta mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menyelamatkan generasi muda dari bahaya penyalahgunaan narkotika.












