Berita Utama & HeadlineEkonomi & Bisnis

Isu Kelangkaan BBM Picu Antrean Panjang di SPBU Medan, Pertamina Pastikan Pasokan Aman

13
×

Isu Kelangkaan BBM Picu Antrean Panjang di SPBU Medan, Pertamina Pastikan Pasokan Aman

Sebarkan artikel ini

Stok energi di wilayah Sumatera Bagian Utara, termasuk Kota Medan, dipastikan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama bulan Ramadhan.

Penampakan antrian panjang akibat isu kelangkaan BBM di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Medan, Kamis (5/3/2026) malam. (kedannews.co.id/ist)

Medan, kedannews.co.id – Sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Medan, Sumatera Utara, dipadati kendaraan pada Kamis malam (5/3/2026). Antrean panjang kendaraan roda dua dan roda empat terlihat di berbagai titik setelah beredar isu kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di media sosial.

Pantauan di lapangan menunjukkan antrean terjadi di beberapa SPBU, di antaranya di Jalan Katamso, Jalan AH Nasution, Jalan Brigjen Hamid, Jalan Perintis Kemerdekaan, Jalan Air Hakim, Jalan Karya Wisata hingga Jalan Jamin Ginting, kawasan Padang Bulan. Kendaraan tampak mengular hingga keluar area SPBU bahkan sebagian memasuki badan jalan.

Menanggapi kondisi tersebut, pihak Pertamina melalui Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara memastikan bahwa pasokan energi untuk masyarakat tetap dalam kondisi aman.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani, mengatakan pihaknya terus menjaga ketersediaan BBM maupun LPG agar distribusi energi kepada masyarakat berjalan normal.

Ia menjelaskan bahwa stok energi di wilayah Sumatera Bagian Utara, termasuk Kota Medan, dipastikan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama bulan Ramadhan.

Selain itu, Pertamina juga telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi guna menghadapi kemungkinan meningkatnya konsumsi energi masyarakat. Langkah tersebut dilakukan melalui penambahan cadangan stok serta memastikan kesiapan sarana dan fasilitas distribusi agar penyaluran energi tetap berjalan lancar.

Pihak Pertamina juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan karena pasokan yang tersedia masih mencukupi.

β€œTidak perlu panik. Stok energi kami pastikan tersedia dan terus disalurkan sesuai kebutuhan masyarakat,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Kepanikan warga diduga dipicu oleh pesan berantai yang beredar di media sosial. Dalam pesan tersebut disebutkan bahwa stok BBM akan mengalami kelangkaan akibat konflik geopolitik antara Iran, Amerika Serikat dan sekutunya.

Pertamina menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar. Penyaluran BBM di wilayah Aceh, Sumatera Utara hingga kawasan Sibolga dan sekitarnya disebut masih berjalan normal tanpa kendala.

Masyarakat juga diminta lebih bijak dalam menerima informasi dan tidak mudah mempercayai kabar yang belum jelas sumbernya.

Selain itu, pihak Pertamina mengingatkan bahwa tindakan penimbunan BBM maupun LPG merupakan pelanggaran yang dapat dikenakan sanksi hukum.

Sementara itu, beberapa pengendara mengaku datang ke SPBU setelah mendengar kabar mengenai kemungkinan kelangkaan BBM.

Salah seorang pengendara bernama Andi mengatakan dirinya sempat berencana mengisi bahan bakar karena khawatir stok akan habis. Namun ketika tiba di SPBU, ia melihat antrean sudah sangat panjang sehingga memilih kembali.

Hal serupa juga disampaikan pengendara lain yang mengaku awalnya tidak mengetahui adanya isu tersebut. Ia tetap memutuskan mengisi BBM sebagai langkah antisipasi setelah melihat banyak warga melakukan hal yang sama.

Akibatnya, antrean kendaraan di sejumlah SPBU Kota Medan sempat memanjang hingga puluhan meter dan menyebabkan kepadatan lalu lintas di sekitar lokasi pengisian bahan bakar.