Batu Bara, kedannews.com – Kapolres Batu Bara, AKP Jose DC Fernandes, bersama Dinas Peternakan dan Perikananan Batu Bara, dan Kapolsek Indrapura, AKP Sandi, turun kelokasi peternakan kerbau diduga suspeck Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Desa Tanah Tinggi, Kecamatan Air Putih, Batu Bara. Kamis (26/05/2022).
Disebut Kapolres, ada warga yang bergabung dalam kelompok ternak Mandiri dan Podo Rukun, melapor ke dinas terkait, ternak kerbau miliknya diduga suspeck PMK.
“Hari ini kita langsung turun bersama drh. Aisyah perwakilan Dinas Peternakan, cek tenak kerbau,” ujar AKBP Jose.
Ada dua ekor yang diduga suspeck PMK, satu ekor sudah mau makan, karena sudah disuntik oleh petugas, jelas Kapolres.
Petugas Kesehatan Hewan dari Dinas Peternakan dan Perikanan Batu Bara, drh. Aisyah, mengatakan, dari hasil pemeriksaan terdapat ciri – ciri suspeck PMK.
“Lidah ternak kerbau pecah – pecah, namun belum bisa dipastikan positif suspeck PMK, harus di cek ke Laboratorium terlebih dahulu,” ujar drh. Aisyah.
Untuk wilayah se Kabupaten Batu Bara yang sudah terindikasi ada gejala PMK, di Desa Mangkai Lama, Mangkai Baru, Sumber Makmur, Kecamatan Lima Puluh. “Hari ini di Desa Tanah Tinggi, Kecamatan Air Putih, ada dua ekor ternak kerbau yang terlihat tanda – tanda PMK, untuk kepastiannya menunggu hasil cek laboratorium,” ujarnya.
Kapolsek Indrapura, AKP Sandi, menyebutkan telah menerima laporan dari Bhabinkamtibmas Desa Tanah Tinggi, Briptu Ilham, ada ternak kerbau yang diduga terindikasi PMK.
“Usai menerima info dari Bhabinkamtibmas, langsung kita turun mendampingi Kapolres Batu Bara, dan petugas kesehatan hewan,” ungkap AKP Sandi.
Kapolsek Indrapura juga menghimbau warga yang memiliki hewan ternak, sapi, kerbau dan kambing, apabila mengetahui ternaknya yang mengalami sakit seperti tanda – tanda PMK, segera melaporkan ke petugas kesehatan hewan, agar secepatnya dilakukan pencegahan.
Penulis : Sholeh Pelka
Editor : Sholeh Pelka












