MEDAN, kedannews.co.id β PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara mencatat sebanyak 205.532 penumpang telah memanfaatkan layanan Face Recognition Boarding Gate di Stasiun Medan sejak teknologi tersebut mulai diterapkan pada September 2024 hingga 13 Januari 2026.
Plt Manager Humas KAI Divre I Sumut, Anwar Yuli Prastyo, mengatakan penggunaan sistem pemindaian wajah menjadi bagian dari transformasi digital perusahaan sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam efisiensi layanan dan pengurangan penggunaan kertas.
βDengan face recognition, penumpang tidak perlu lagi mencetak tiket atau menunjukkan identitas fisik. Proses boarding menjadi lebih cepat, praktis, dan aman,β ujar Anwar di Medan, Kamis (16/1).
Ia menjelaskan, peralihan dari sistem manual ke digital berdampak langsung pada kelancaran arus penumpang di stasiun, terutama saat jam keberangkatan padat. Pengguna cukup melakukan pemindaian wajah di perangkat yang tersedia untuk dapat masuk ke area peron.
Data internal KAI menunjukkan penggunaan layanan ini terus meningkat sejak pertama kali dioperasikan, seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kemudahan teknologi tersebut.
Untuk mengakses layanan ini, penumpang dapat melakukan pendaftaran melalui aplikasi Access by KAI. Selain itu, registrasi data biometrik juga dapat dilakukan langsung di stasiun dengan bantuan petugas.
βFitur ini menggantikan proses boarding manual sehingga antrean dapat ditekan dan mobilitas penumpang menjadi lebih efisien,β kata Anwar.
Terkait keamanan data, KAI memastikan seluruh informasi pribadi pelanggan dilindungi melalui sistem berstandar internasional ISO 27001. Data berupa nama, NIK, dan foto hanya digunakan saat proses pemindaian berlangsung.
Apabila dalam jangka waktu satu tahun layanan face recognition tidak digunakan, data pelanggan akan terhapus secara otomatis dari sistem. Pelanggan juga dapat mengajukan penghapusan data secara mandiri melalui aplikasi atau layanan pelanggan.
βKami menjamin perlindungan privasi. Pelanggan memiliki kendali penuh atas data pribadinya,β pungkas Anwar.












