MEDAN, seputaranindonesia.com – Kebijakan Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, yang mengembalikan layanan perekaman dan pencetakan Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) ke tingkat kecamatan mendapat sambutan positif dari masyarakat. Kebijakan tersebut dinilai mampu memangkas birokrasi pelayanan administrasi kependudukan yang selama ini dikeluhkan warga, terutama masyarakat yang tinggal di wilayah pinggiran Kota Medan.
Kebijakan itu disampaikan Rico Waas saat menghadiri kegiatan Sapa Warga yang dirangkaikan dengan gotong royong di Jalan Pahlawan, Kecamatan Medan Perjuangan, Sabtu (30/5/26). Dalam kegiatan tersebut, berbagai persoalan disampaikan masyarakat, mulai dari layanan administrasi kependudukan, peredaran narkoba, kerusakan infrastruktur lingkungan, penerangan jalan umum (PJU), pengelolaan sampah hingga bantuan sosial.
Menjawab pertanyaan Marshita, warga Kelurahan Pahlawan, terkait layanan e-KTP, Rico Waas menegaskan Pemerintah Kota Medan telah mengubah sistem pelayanan agar lebih dekat dengan masyarakat.
“Saya mengubah kebijakan dengan mengembalikan layanan perekaman dan pencetakan e-KTP di Kecamatan”, kata Rico Waas.
Menurutnya, sistem pelayanan sebelumnya dinilai kurang efektif karena seluruh proses pencetakan e-KTP terpusat di Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Medan. Kondisi tersebut membuat warga dari berbagai kecamatan harus menempuh perjalanan jauh hanya untuk mengurus dokumen kependudukan.
Rico Waas menjelaskan, masyarakat dari kawasan seperti Belawan, Medan Deli, Medan Labuhan, Medan Tuntungan hingga Medan Perjuangan sering kali harus mengorbankan waktu dan biaya tambahan demi mendapatkan layanan administrasi kependudukan.
“Bayangkan, ada masyarakat kita yang terpaksa mengambil cuti kerja satu harian penuh dan rela gajinya dipotong hanya untuk mengurus KTP. Sudahlah jauh, belum tentu selesai hari itu juga, dan besoknya disuruh datang lagi. Ini adalah masalah,” ujar Rico Waas di hadapan warga.
Sebagai solusi, Pemko Medan telah mulai menerapkan layanan cetak e-KTP langsung di tujuh kecamatan, yakni Medan Belawan, Medan Deli, Medan Labuhan, Medan Tuntungan, Medan Johor, Medan Marelan dan Medan Denai.
Rico Waas memastikan seluruh kecamatan di Kota Medan akan mendapatkan layanan serupa dalam tahun ini, termasuk Kecamatan Medan Perjuangan.
“Untuk Medan Perjuangan dan kecamatan lainnya, saya jamin tahun ini semuanya sudah bisa cetak KTP di kantor kecamatan masing-masing. Pikiran saya, warga bisa titip berkas pagi hari sambil berangkat kerja, sorenya tinggal diambil. Jadi kehidupan dan kerja masyarakat kita bisa lebih efektif,” tambahnya yang disambut tepuk tangan warga.
Ia juga mengungkapkan bahwa ke depan pelayanan administrasi kependudukan akan terus ditingkatkan. Jika sistem berjalan optimal, layanan serupa akan diupayakan hingga tingkat kelurahan.
Dalam kegiatan tersebut, Rico Waas hadir bersama sejumlah pimpinan perangkat daerah, di antaranya Asisten Pemerintahan dan Sosial Muhammad Sofyan, Asisten Umum Laksamana Putra Siregar, Kepala Inspektorat Kota Medan Erfin Fahrurrazi serta Camat Medan Perjuangan Ika Handayani.
Selain persoalan administrasi kependudukan, warga juga menyampaikan keluhan terkait minimnya penerangan jalan umum. Ratna Simanjuntak mengaku lingkungan tempat tinggalnya belum memiliki penerangan yang memadai selama hampir dua dekade. Keluhan serupa juga disampaikan Vivi yang menyebut wilayahnya kerap menjadi sasaran aksi pencurian akibat kondisi jalan yang gelap pada malam hari.
Menanggapi hal itu, Rico Waas langsung menginstruksikan Dinas Perhubungan bersama pihak kelurahan untuk melakukan pengecekan lapangan dan segera menindaklanjuti laporan masyarakat.
“Pak Kadis, mohon segera dicek bersama lurah setempat. Jika memang belum ada penerangan ataupun ada lampu yang tidak berfungsi, segera ditindaklanjuti dan dikoordinasikan dengan pihak terkait,” ujar Rico Waas.
Isu peredaran narkoba turut menjadi perhatian dalam dialog tersebut. Sejumlah warga meminta pemerintah memperkuat upaya pemberantasan narkotika yang dinilai masih menjadi ancaman bagi lingkungan masyarakat.
Menanggapi aspirasi tersebut, Rico Waas menegaskan bahwa Pemko Medan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan aparat penegak hukum terus melakukan berbagai langkah pemberantasan narkoba.
“Kami bersama Kapolrestabes dan Forkopimda berkomitmen memberantas narkoba. Penangkapan terus dilakukan untuk menjaga masyarakat. Namun kami juga membutuhkan bantuan masyarakat untuk melaporkan apabila ada indikasi peredaran narkoba di lingkungan sekitar,” ucap Rico Waas.
Ia menambahkan, upaya memerangi narkoba tidak hanya mengandalkan penegakan hukum, tetapi juga melalui peningkatan kegiatan positif yang melibatkan masyarakat, khususnya kalangan generasi muda.
Pada kesempatan yang sama, Rico Waas juga menjelaskan proses validasi data bantuan sosial yang saat ini dilakukan melalui sistem Identitas Kependudukan Digital (IKD). Menurutnya, langkah tersebut bertujuan memastikan bantuan pemerintah tepat sasaran dan diterima oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
“Kami diperintahkan untuk membuat digitalisasi bansos agar bantuan sosial itu benar-benar diterima oleh yang membutuhkan. Seluruh bantuan disesuaikan dengan desil yang tepat, misalnya desil 1 dan desil 2, sehingga tidak ada lagi problem di lapangan di mana warga yang tidak sesuai justru mendapatkan bantuan,” sebut Rico Waas.
Menutup pertemuan, Rico Waas menegaskan bahwa Pemerintah Kota Medan tetap membuka ruang dialog bagi masyarakat untuk menyampaikan kritik, masukan maupun aspirasi yang konstruktif.
“Sapa warga kita inilah komunikasi dua arah kita antara pemerintah dan juga masyarakat. Pemerintah Kota Medan juga terbuka dalam kritik dan saran. Apapun permasalahan-permasalahan, mari kita selesaikan bersama dengan dialog-dialog, ya kita selesaikan di jalan tengah yang baik,” ujar Rico Waas.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga semangat kebersamaan dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Kekeluargaan kita tetap kita bangun, keakraban kita tetap kita bangun. Apapun permasalahannya, pelan-pelan kita cari jalan keluarnya,” tambahnya.
Melalui forum tatap muka tersebut, Pemko Medan berharap sinergi antara pemerintah dan masyarakat semakin kuat sehingga berbagai persoalan yang dihadapi warga dapat ditangani secara lebih cepat dan efektif.












