MEDAN, kedannews.co.id – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan pentingnya peran Gerakan Pramuka dalam membentuk karakter, kedisiplinan, serta kepemimpinan generasi muda di tengah berbagai tantangan zaman, mulai dari disrupsi teknologi hingga ancaman narkoba dan judi online.
Penegasan tersebut disampaikan Rico Waas saat membuka secara resmi Jambore Cabang Kota Medan Tahun 2026 Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Kota Medan di Taman Cadika Pramuka Medan, Jumat (29/5/2026).
Momen pembukaan jambore berlangsung menarik ketika Rico Waas meninggalkan podium utama dan memilih berdiri di bawah terik matahari bersama ratusan anggota Pramuka Penggalang yang mengikuti upacara. Tindakan spontan tersebut mendapat sambutan meriah berupa tepuk tangan dan sorak semangat dari para peserta.
Dalam sambutannya di hadapan Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap, Ketua TP PKK Kota Medan Ny. Airin Rico Waas, Sekda Kota Medan Wiriya Alrahman, unsur Forkopimda, anggota DPRD Kota Medan, pimpinan perangkat daerah, camat, serta peserta jambore, Rico Waas menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
Menurut Rico Waas, Pramuka merupakan salah satu wadah terbaik untuk menanamkan nilai-nilai karakter kepada generasi muda sejak dini.
“Kalau kita mau membangun karakter dari anak-anak kita, membangun kemandirian, membangun jiwa sosial, membangun rasa kebersamaan, keterampilan hidup, dan juga terutama kepemimpinan, inilah organisasi terbaik untuk itu semuanya,” kata Rico Waas.
Ia menilai, persoalan yang dihadapi generasi muda saat ini semakin kompleks sehingga membutuhkan pembinaan yang kuat melalui organisasi pendidikan karakter seperti Pramuka.
Rico Waas menjelaskan bahwa perkembangan teknologi yang begitu cepat, persoalan sosial, serta berbagai pengaruh negatif lainnya menjadi tantangan serius yang harus dihadapi bersama.
“Permasalahan kepemudaan saat ini sangat besar. Ada disrupsi teknologi, persoalan sosial, hingga pengaruh negatif lainnya. Karena itu organisasi seperti Pramuka harus unjuk gigi memperbaiki permasalahan kepemudaan dengan kedisiplinan, kepemimpinan, kebersamaan, dan keterampilan hidup,” jelas Rico Waas.
Dalam kesempatan itu, Rico Waas juga memastikan Pemerintah Kota Medan akan terus memberikan dukungan terhadap berbagai program dan kegiatan Pramuka di Kota Medan.
“Kami ingin Pramuka benar-benar aktif ke depannya. Seluruh kegiatan pasti akan kami support penuh agar anak-anak kita memiliki kebanggaan dan semangat menjadi generasi emas,” ujar Rico Waas.
Selain itu, ia mengingatkan seluruh peserta jambore agar memanfaatkan kegiatan tersebut sebagai sarana pembelajaran untuk memperkuat sikap disiplin, kerja sama, kepemimpinan, dan kepedulian sosial.
Menurutnya, interaksi yang terjalin selama jambore menjadi bagian penting dari proses pendidikan karakter yang akan membentuk generasi muda yang tangguh di masa depan.
“Harapannya acara jambore ini bisa melatih anak-anak kita tentang keteladanan, disiplin, kerja sama, dan sosial. Mereka berkumpul di sini, saling mengenal dan berinteraksi. Ini memang bagian dari pendidikan karakter sejak dini agar nantinya menjadi anak-anak hebat untuk masa depan bangsa,” ungkap Rico Waas.
Pada kesempatan yang sama, Rico Waas mengajak para peserta menjadikan filosofi tunas kelapa dan pohon kelapa yang terdapat pada lambang Pramuka sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menerangkan, tunas kelapa melambangkan harapan agar setiap anggota Pramuka menjadi pribadi yang berguna bagi masyarakat. Sementara pohon kelapa mencerminkan karakter yang kuat, mampu beradaptasi, memiliki cita-cita tinggi, berprinsip teguh, dan memberikan manfaat bagi sesama.
Rico Waas juga mengingatkan generasi muda untuk menjauhi berbagai perilaku yang dapat merusak masa depan.
“Pramuka ini adalah bentengnya. Jagalah diri dengan kedisiplinan dan niat yang baik. Jangan tergoda pada hal-hal negatif seperti narkoba dan judi online,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Medan, Muhammad Rasyid Ridho, menyampaikan bahwa Jambore Cabang Kota Medan 2026 mengangkat tema “Bergerak dalam Sinergi, Bersama dalam Kontribusi” sebagai wujud semangat kolaborasi berbagai pihak dalam membangun generasi muda.
Menurut Ridho, keberhasilan pembinaan Pramuka tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan sinergi antara Kwartir Cabang, Kwartir Ranting, Gugus Depan, Pemerintah Kota Medan, sekolah, hingga orang tua.
“Pramuka Kota Medan tidak bisa bergerak sendiri. Kita harus bersinergi antara Kwartir Cabang, Kwartir Ranting, GugDepan, Pemerintah Kota, sekolah, dan orang tua. Hanya dengan sinergi, setiap kontribusi kecil dari kita menjadi karya besar untuk Kota Medan,” ujar Ridho.
Ia juga menjelaskan bahwa Kwarcab Kota Medan berkomitmen mendukung program Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045. Menurutnya, sebagian besar nilai yang terkandung dalam Asta Cita telah sejalan dengan prinsip-prinsip Dasa Darma Pramuka.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program di tingkat akar rumput, antara lain pendidikan bela negara, penerapan teknologi tepat guna, program Pramuka Inovatif, Pramuka Peduli Stunting, Pramuka Literasi, hingga Pramuka Wirausaha.
“Pramuka Kota Medan bukan penonton. Kita adalah pasukan terdepan yang mengawal Asta Cita sampai ke tingkat gugus depan dan sekolah,” tegas Ridho.
Ketua Panitia Jambore Cabang Kota Medan, Zulfahri Ahmadi, dalam laporannya menyebutkan kegiatan yang berlangsung pada 28-31 Mei 2026 tersebut diikuti sebanyak 927 peserta.
Jumlah itu terdiri dari 797 anggota Pramuka Penggalang yang merupakan utusan seluruh Kwartir Ranting se-Kota Medan, 98 pembina, serta 34 pimpinan kontingen.
“Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat tali persaudaraan, mengasah kreativitas, sportivitas, serta membentuk karakter adik-adik Penggalang Kota Medan agar menjadi pribadi yang berjiwa Pancasila dan memiliki semangat Pramuka sesuai slogan ‘Medan untuk Semua’,” ujar Zulfahri.
Dalam rangkaian pembukaan jambore tersebut, Ketua TP PKK Kota Medan, Airin Rico Waas, juga menerima penganugerahan sebagai Bunda Siaga Pramuka yang ditandai dengan penyematan selempang bertuliskan Bunda Siaga. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas perhatian dan dukungannya terhadap pengembangan Gerakan Pramuka di Kota Medan.












