MEDAN, kedannews.co.id – Satuan Brimob Polda Sumatera Utara memperkuat pengamanan aksi unjuk rasa yang digelar elemen mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (BEM USU) di depan Gedung DPRD Sumatera Utara, Jalan Imam Bonjol, Kota Medan, Senin (15/6/2026).
Keterlibatan personel Brimob tersebut dilakukan untuk mendukung pelaksanaan tugas pengamanan yang dilaksanakan Polrestabes Medan selama berlangsungnya penyampaian aspirasi oleh mahasiswa.
Dalam kegiatan tersebut, Satuan Brimob Polda Sumut menerjunkan satu SSK Pengendalian Huru-Hara (PHH), satu Detasemen Satuan Penindak Perusuh, serta satu Tim Escape. Seluruh personel bergabung dalam pengamanan di bawah komando Danyon A Pelopor Satuan Brimob Polda Sumut, Kompol Mukhtar I. Kadoli, S.I.K., M.H.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, aksi unjuk rasa tersebut diikuti sekitar 200 mahasiswa. Massa menyampaikan sejumlah aspirasi yang berkaitan dengan isu ekonomi nasional, antara lain penolakan terhadap kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) serta harapan agar nilai tukar rupiah tetap stabil.
Selama kegiatan berlangsung, aparat keamanan melakukan pemantauan dan pengendalian situasi guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan maupun gesekan yang dapat mengganggu ketertiban umum.
Pengamanan juga mendapat perhatian dari unsur pimpinan yang hadir langsung di lokasi kegiatan. Kehadiran Komandan Satuan Brimob Polda Sumut, Kapolrestabes Medan, serta Ketua DPRD Provinsi Sumatera Utara dinilai menunjukkan komitmen bersama dalam memastikan penyampaian aspirasi berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
Aparat keamanan mengedepankan pendekatan persuasif dan dialogis selama berlangsungnya aksi sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara kebebasan menyampaikan pendapat dengan terciptanya keamanan dan ketertiban masyarakat.
Komandan Satuan Brimob Polda Sumut, Kombes Pol Rantau Isnur Eka, menjelaskan bahwa pengamanan aksi penyampaian pendapat merupakan bagian dari tugas Polri dalam menjaga ruang demokrasi agar tetap berjalan dengan baik tanpa mengabaikan aspek keamanan publik.
Menurutnya, seluruh personel yang bertugas telah dibekali pemahaman untuk mengedepankan sikap humanis, profesional, dan proporsional dalam menjalankan tugas pengamanan.
“Penyampaian aspirasi merupakan bagian dari kehidupan demokrasi yang perlu dihormati. Di sisi lain, keamanan dan ketertiban juga harus tetap terjaga agar seluruh pihak dapat menjalankan hak dan kewajibannya dengan baik.”
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pendekatan humanis menjadi salah satu kunci dalam menjaga situasi tetap kondusif selama aksi berlangsung.
“Karena itu, pengamanan yang humanis dan profesional menjadi kunci terciptanya ruang demokrasi yang aman dan kondusif,” ujarnya.
Hingga kegiatan berakhir, aksi penyampaian aspirasi yang digelar mahasiswa BEM USU berlangsung tertib. Sinergi antara aparat keamanan, peserta aksi, dan seluruh pihak terkait dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran penyampaian pendapat di ruang publik serta mendukung kehidupan demokrasi yang sehat di tengah masyarakat.












