Ekonomi & Bisnis

Bulog Sumut Serap 3.700 Ton Gabah Petani hingga Pertengahan Februari 2026

2
×

Bulog Sumut Serap 3.700 Ton Gabah Petani hingga Pertengahan Februari 2026

Sebarkan artikel ini

Penyerapan terbesar saat ini berasal dari wilayah Langkat, Deli Serdang, dan Simalungun.

Panen padi petani di Kabupaten Langkat. (kedannews.co.id/dokumen)

Medan, kedannews.co.id โ€“ Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara menyerap sebanyak 3.700 ton gabah kering panen (GKP) dari petani di berbagai daerah hingga Selasa (18/2/2026).

Pemimpin Wilayah Bulog Sumut, Budi Cahyanto, mengatakan jumlah gabah tersebut jika dikonversi setara dengan 1.085 ton beras.

โ€œDari 3.700 ton gabah kering tersebut, jika dikonversikan ke beras sudah mendapatkan 1.085 ton,โ€ ujarnya di Medan, Jumat (20/2/2026).

Ia menjelaskan, penyerapan gabah berasal dari sejumlah daerah di Sumatera Utara, di antaranya Kabupaten Langkat, Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Serdang Bedagai, Kabupaten Simalungun, Kabupaten Tapanuli Utara, dan Kabupaten Padang Lawas.

Menurutnya, penyerapan terbesar saat ini berasal dari wilayah Langkat, Deli Serdang, dan Simalungun. Sementara potensi penyerapan selanjutnya diperkirakan berada di Kabupaten Asahan, Kabupaten Batu Bara, Kabupaten Tapanuli Selatan, Kabupaten Humbang Hasundutan, serta Kota Padangsidimpuan.

โ€œPotensi penyerapan ke depan berada di Kabupaten Asahan, Kabupaten Batubara, Kabupaten Tapanuli Selatan, Kabupaten Humbang Hasundutan dan Kota Padangsidimpun,โ€ katanya.

Budi menambahkan, penyerapan gabah masih akan terus dilakukan, mengingat sebagian daerah di Sumatera Utara masih memasuki masa panen awal, termasuk pada awal bulan Ramadhan.

โ€œAwal Ramadhan, sejumlah daerah masih melakukan panen awal. Jadi, penyerapan gabah terus kami lakukan sebagai cadangan beras pemerintah,โ€ jelasnya.

Ia menyebutkan, pembelian gabah dilakukan sesuai harga yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp6.500 per kilogram untuk gabah yang telah dikemas dan siap diangkut ke penggilingan.

Gabah yang diserap nantinya akan digunakan untuk kebutuhan cadangan beras pemerintah, termasuk program bantuan pangan, Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), serta bantuan saat terjadi bencana.

โ€œSaya imbau para petani untuk segera memanen padi jika sudah tiba waktunya agar hasilnya maksimal,โ€ ucap Budi.

Pada tahun 2026, Bulog Sumut menargetkan penyerapan gabah kering panen mencapai 62.718 ton guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan beras di wilayah tersebut.