MEDAN, kedannews.co.id – Sejumlah organisasi mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus Kota Medan menyampaikan berbagai aspirasi dan masukan kepada DPRD Kota Medan dalam audiensi yang berlangsung di Ruang Badan Anggaran (Banggar) Lantai III Gedung DPRD Kota Medan, Senin (22/6/2026). Berbagai isu strategis nasional menjadi perhatian mahasiswa dalam dialog tersebut.
Audiensi diterima langsung Ketua DPRD Kota Medan, Drs. Wong Chun Sen Tarigan, M.Pd.B, didampingi Wakil Ketua DPRD Medan Rajuddin Sagala, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Medan Robi Barus, serta Staf Ahli Ketua DPRD Medan Zainuddin Lubis.
Organisasi yang hadir dalam forum tersebut berasal dari unsur Cipayung Plus Kota Medan, yakni GMNI, IMM, KAHMI, PMKRI, GMKI, PMII, HIMMA, dan KAMMI.
Dalam kesempatan itu, Wong Chun Sen menegaskan DPRD Kota Medan berkomitmen membuka ruang dialog dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk kalangan mahasiswa, sebagai bagian dari fungsi pengawasan terhadap jalannya pemerintahan.
“Kami membuka ruang seluas-luasnya kepada adik-adik mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi. Apapun yang menjadi masukan, kritik maupun usulan akan kami tampung dan menjadi bahan pertimbangan DPRD dalam menjalankan fungsi pengawasan,” ujar Wong.
Ia menjelaskan, DPRD memiliki tanggung jawab sebagai penghubung antara masyarakat dengan pemerintah. Karena itu, seluruh masukan yang diterima akan diteruskan sesuai mekanisme dan kewenangan yang dimiliki lembaga legislatif.
Pada forum tersebut, Ketua KAMMI Kota Medan, Amin Siregar, yang mewakili Cipayung Plus, mengemukakan sejumlah evaluasi terhadap beberapa program strategis nasional yang saat ini dijalankan pemerintah pusat.
Amin mengapresiasi DPRD Kota Medan karena memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menyampaikan pandangan secara langsung. Menurutnya, keterlibatan organisasi mahasiswa merupakan bentuk partisipasi dalam mengawal kebijakan publik agar tetap berpihak kepada kepentingan masyarakat.
Salah satu pembahasan utama adalah Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurut Amin, pelaksanaan program tersebut perlu dievaluasi agar benar-benar efektif dalam menekan angka stunting dan tepat menyasar kelompok yang membutuhkan.
“Pemerintah menyampaikan bahwa program MBG bertujuan meningkatkan kualitas gizi dan mencegah stunting. Namun menurut kami, upaya pencegahan stunting seharusnya lebih difokuskan pada 1.000 hari pertama kehidupan anak. Sementara program MBG diberikan hingga jenjang SMA sehingga perlu dievaluasi kembali efektivitas serta sasaran utamanya,” katanya.
Selain aspek sasaran program, Amin juga menyoroti pentingnya transparansi dalam pengelolaan anggaran serta akurasi pendataan penerima manfaat agar dana yang dialokasikan dapat memberikan hasil optimal.
“Jika tujuan utamanya membantu masyarakat rentan dan membutuhkan dukungan gizi, maka harus ada sistem yang memastikan penerima manfaat benar-benar tepat sasaran. Jangan sampai anggaran besar yang dikeluarkan tidak memberikan dampak maksimal,” ujarnya.
Tak hanya membahas MBG, Cipayung Plus turut memberikan perhatian terhadap implementasi Program Koperasi Desa Merah Putih. Menurut mereka, pemerintah perlu melakukan kajian yang lebih komprehensif agar program tersebut benar-benar memberi manfaat luas bagi masyarakat dan tidak hanya menguntungkan kepentingan ekonomi tertentu.
Mahasiswa juga menyinggung kenaikan harga BBM non-subsidi yang dinilai berpotensi memengaruhi biaya distribusi barang dan jasa sehingga berdampak pada harga kebutuhan masyarakat.
“Kenaikan BBM non-subsidi tetap berpotensi memengaruhi harga kebutuhan masyarakat karena berdampak terhadap biaya transportasi dan distribusi. Karena itu kami meminta pemerintah memperhatikan dampak sosial dan ekonomi yang ditimbulkan,” kata Amin.
Di akhir penyampaiannya, Cipayung Plus berharap DPRD Kota Medan dapat terus menyuarakan berbagai aspirasi masyarakat, khususnya terkait evaluasi terhadap sejumlah kebijakan strategis nasional yang dinilai perlu penyempurnaan.
Menanggapi seluruh masukan tersebut, Wong Chun Sen memastikan setiap aspirasi yang disampaikan mahasiswa akan menjadi perhatian DPRD Kota Medan dalam menjalankan fungsi legislasi, pengawasan, dan penganggaran.
“Kami mengapresiasi kepedulian mahasiswa terhadap berbagai persoalan bangsa. Semua masukan yang disampaikan hari ini akan kami tampung dan menjadi bagian dari perhatian DPRD Kota Medan dalam menjalankan tugas serta fungsi kelembagaan,” pungkasnya.












