MEDAN, kedannews.co.id – Sikap Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution meninggalkan ruang sidang paripurna DPRD Sumut terus mendapat perhatian. Ketua Pemuda Gen Z Sumut, Rudi Hutabarat SH, menilai polemik tersebut justru berkembang menjadi kegaduhan di ruang publik yang tidak memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Rudi menyoroti munculnya dukungan dari sejumlah kalangan muda terhadap keputusan Bobby walkout dari paripurna. Menurutnya, sikap terhadap kepala daerah semestinya tidak didasarkan pada faktor usia maupun kedekatan kepentingan, melainkan pada penilaian objektif terhadap tindakan dan kebijakan yang dilakukan.
“Bising-bising tak menentu, tak ada manfaatnya ke masyarakat. Hanya cari panggung saja yang membela dan mengkritisi, biarkan saja sikap Bobby itu,” sebut Rudi belum lama ini.
Ia kemudian mengaitkan persoalan tersebut dengan latar belakang politik seorang kepala daerah. Menurut Rudi, pengalaman politik menjadi salah satu faktor yang penting ketika seseorang harus berhadapan dengan dinamika hubungan antara pemerintah daerah dan lembaga legislatif.
“Begitulah kalau seseorang jadi kepala daerah tanpa melalui proses berpolitik,” cetus Rudi melanjutkan, Senin (10/08/2026).












