Selain isu keterampilan dan kesiapan menghadapi masa depan pekerjaan, Indonesia juga membawa agenda pelindungan pekerja, termasuk pekerja migran.
Dalam pertemuan tersebut, Indonesia akan menyampaikan perkembangan tindak lanjut sejumlah komitmen ASEAN terkait pelindungan dan penempatan pekerja migran di sektor perikanan. Perhatian juga diberikan terhadap pelindungan pekerja migran dan anggota keluarganya ketika menghadapi situasi krisis.
Kerja sama dengan mitra internasional turut menjadi bagian dari agenda Indonesia. Kemnaker menyebut sejumlah kerja sama akan diperkuat bersama International Labour Organization (ILO) dan International Organization for Migration (IOM).
Kerja sama tersebut diarahkan pada pengembangan keterampilan, peningkatan layanan ketenagakerjaan, penguatan kerja layak, serta pelindungan pekerja migran.
Menurut Yassierli, kerja sama regional tidak cukup hanya menghasilkan kesepakatan mengenai perubahan dunia kerja. Implementasinya harus memberikan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh pekerja.












