MEDAN, kedannews.co.id – Sejumlah warga menyoroti pengelolaan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) di Desa Wonosari, Kecamatan Panai Hilir, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara. Mereka meminta aparat penegak hukum melakukan pemeriksaan terhadap penggunaan anggaran desa yang telah dikucurkan pemerintah selama beberapa tahun terakhir.
Permintaan tersebut muncul setelah warga menilai pembangunan infrastruktur di desa belum menunjukkan hasil yang sebanding dengan besaran anggaran yang diterima.
Berdasarkan informasi yang dihimpun kedannews.co.id, masyarakat mengeluhkan kondisi sejumlah ruas jalan desa yang disebut masih banyak mengalami kerusakan dan belum diaspal. Selain itu, jalan lingkungan atau lorong desa juga disebut belum dibangun menggunakan paving block sehingga menyulitkan aktivitas warga, khususnya saat menuju lahan pertanian dan perkebunan.
Menurut keterangan warga, kondisi tersebut semakin menyulitkan ketika musim hujan karena jalan menjadi berlumpur, sedangkan saat musim kemarau jalan dipenuhi debu.
Selain infrastruktur jalan, warga juga menyoroti kondisi beberapa fasilitas umum di desa. Salah satunya adalah bangunan Puskesmas Wonosari yang menurut pengamatan di lapangan tampak kurang terawat. Sejumlah bagian bangunan, seperti pintu dan kaca, terlihat mengalami kerusakan.












