MEDAN, kedannews.co.id – Dugaan keterlibatan seorang kader dari salah satu partai politik besar berinisial HZ dalam pengelolaan puluhan dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah wilayah menjadi sorotan. Selain itu, turut beredar informasi mengenai dugaan pola pembagian keuntungan dalam penyediaan logistik program tersebut. Namun, seluruh informasi tersebut hingga kini masih memerlukan pembuktian serta verifikasi lebih lanjut dari pihak-pihak yang berwenang.
Berdasarkan informasi yang dihimpun redaksi, HZ disebut-sebut memiliki keterkaitan atau diduga mengelola sekitar 80 dapur MBG yang beroperasi melalui sejumlah yayasan. Akan tetapi, informasi tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya karena belum disertai dokumen resmi maupun keterangan dari instansi berwenang.
Beberapa yayasan yang disebut dalam informasi yang diterima redaksi di antaranya Yayasan Sinar Cahaya Mutiara, Yayasan Semesta Bersama, Yayasan Mutiara Kharisma Insani, serta sejumlah yayasan lainnya yang diduga memiliki keterkaitan dengan pengelolaan dapur MBG.
Selain dugaan mengenai pengelolaan dapur, muncul pula informasi terkait mekanisme kerja sama dalam penyediaan bahan logistik. Seorang sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan menyampaikan adanya dugaan sistem pembagian keuntungan dalam operasional pengadaan logistik.
“Informasinya ada pembagian sekitar 60 persen untuk pihak yang disebut sebagai pengendali dan 40 persen untuk pemilik dapur,” ujar sumber tersebut.
Meski demikian, hingga berita ini diterbitkan, redaksi belum memperoleh dokumen resmi ataupun pernyataan dari pihak berwenang yang dapat menguatkan maupun membantah informasi tersebut.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan program nasional yang bertujuan menyediakan makanan bergizi bagi peserta didik. Dalam pelaksanaannya, program tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari yayasan, penyedia bahan pangan, hingga pengelola dapur yang wajib memenuhi ketentuan dan persyaratan sesuai regulasi yang berlaku.
Redaksi Telah Berupaya Meminta Klarifikasi kepada HZ
Sebelum berita ini dipublikasikan, redaksi telah menghubungi HZ guna meminta konfirmasi atas informasi yang beredar mengenai dugaan keterlibatannya dalam pengelolaan sejumlah dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menanggapi pesan singkat yang dikirim wartawan, HZ sempat memberikan respons dengan mengajak bertemu secara langsung.
“Ketemu aja kita besok ya bg, jgn buat berita salah-salah ok ya bg,” tulis HZ kepada wartawan, Rabu (24/6/2026).
Atas ajakan tersebut, wartawan membalas pesan dengan menyatakan kesediaannya untuk bertemu agar memperoleh penjelasan secara langsung sehingga pemberitaan dapat memuat keterangan dari pihak yang dikonfirmasi.
Tak lama kemudian, HZ kembali mengirimkan pesan kepada wartawan.
“Besok jam 1 ketemu kita, ok makasih,” kata HZ, Rabu (24/6/2026).
Namun, hingga waktu yang telah disepakati pada Kamis (25/6/2026), pertemuan tersebut tidak terlaksana. Wartawan telah berulang kali menghubungi HZ melalui sambungan telepon untuk memastikan agenda pertemuan dimaksud, tetapi panggilan tersebut tidak dijawab.
Sampai berita ini diterbitkan, HZ belum memberikan penjelasan maupun klarifikasi atas informasi yang menjadi materi konfirmasi redaksi.
Redaksi tetap membuka ruang seluas-luasnya kepada HZ maupun pihak-pihak lain yang disebut dalam pemberitaan ini untuk menggunakan hak jawab dan hak klarifikasi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers serta Kode Etik Jurnalistik.
Catatan Redaksi: Informasi dalam pemberitaan ini masih berupa dugaan yang memerlukan pembuktian dan verifikasi lebih lanjut. Redaksi tidak menyimpulkan adanya pelanggaran hukum oleh pihak mana pun. Ruang hak jawab dan hak klarifikasi tetap terbuka bagi seluruh pihak yang disebut dalam pemberitaan sesuai ketentuan Undang-Undang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.












