Scroll untuk baca artikel
MEMPROSES ADSENSE...
Pendidikan

Rp4,25 Miliar Digelontorkan untuk 7.000 Pelajar Deli Serdang, Rekening Tabungan Jadi Sasaran

×

Rp4,25 Miliar Digelontorkan untuk 7.000 Pelajar Deli Serdang, Rekening Tabungan Jadi Sasaran

Sebarkan artikel ini

Program KEJAR 2026 menyasar 4.000 siswa SD dan 3.000 siswa SMP. Pemkab Deli Serdang menargetkan seluruh penyaluran beasiswa rampung paling lama Oktober 2026 sekaligus memperkuat budaya menabung sejak dini.

Pelajar SMP Negeri 1 Tanjung Morawa mengikuti rangkaian Gebyar Hari Indonesia Menabung di lingkungan sekolah, Deli Serdang, dengan kegiatan yang mendorong pemahaman tentang pentingnya menabung dan mengelola keuangan. Kamis (27/8/2026). (kedannews.co.id/Foto: Ist).

TANJUNG MORAWA, kedannews.co.id — Upaya memperkenalkan pengelolaan keuangan kepada anak usia sekolah di Kabupaten Deli Serdang tidak hanya dilakukan melalui pembelajaran di kelas. Tahun ini, pemerintah daerah mengalokasikan Rp4,25 miliar untuk mendukung 7.000 pelajar SD dan SMP melalui Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) 2026.

Menurut informasi yang dihimpun dari Humas Dinas Kominfo Deli Serdang, Program tersebut sekaligus diarahkan untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal. Penyaluran bantuan dilakukan melalui rekening Simpanan Pelajar (SIMPel) yang dibuka bagi siswa penerima.

MEMPROSES ADSENSE...

Penyerahan simbolis pembukaan rekening itu menjadi bagian dari Gebyar Hari Indonesia Menabung (HIM) Kabupaten Deli Serdang 2026 yang digelar di SMP Negeri 1 Tanjung Morawa, Kamis (27/8/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Pemkab Deli Serdang menekankan bahwa program beasiswa tidak semata-mata berkaitan dengan bantuan pendidikan. Lebih jauh, rekening pelajar diharapkan menjadi sarana pembelajaran praktis agar anak terbiasa menyisihkan dan mengelola uang secara bijak.

Bupati Deli Serdang yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Deli Serdang, Hendra Wijaya, menyampaikan bahwa kebiasaan menabung harus dikenalkan kepada seluruh pelajar, termasuk mereka yang tidak memperoleh beasiswa.

“Intinya bukan sekadar kepada siswa penerima beasiswa. Bagaimana para murid yang tidak menerima beasiswa juga kita tanamkan budaya gemar menabung, sehingga sejak usia dini mereka sudah diajarkan bagaimana mengelola keuangan dengan lebih baik,” katanya.