MEDAN, kedannews.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Medan mulai memperkuat upaya menyiapkan generasi muda menghadapi perkembangan teknologi melalui program pelatihan literasi digital yang berfokus pada pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Kegiatan tersebut menyasar ribuan pelajar SMP sebagai bekal menghadapi kebutuhan kompetensi di masa depan.
Program yang digelar melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Medan itu dirancang agar para siswa tidak hanya mengenal teknologi digital, tetapi juga memahami cara memanfaatkan AI secara bertanggung jawab, efektif, dan mendukung pengembangan kemampuan diri.
Kepala Dinas Kominfo Kota Medan, Arrahmaan Pane S.S.T.P., M.A.P., menilai penguasaan teknologi menjadi salah satu keterampilan yang harus dimiliki generasi muda agar mampu bersaing di tengah pesatnya perkembangan dunia digital.
“Kedepannya skill teknologi Adik-adik harus dikuasai. Siapa yang bisa menguasai teknologi, dialah yang menguasai dunia. Kita ingin mendekatkan anak-anak Kota Medan ke dunia digital agar mereka memahami dan tertarik mengembangkan potensi diri, termasuk memanfaatkan AI secara positif,” ujar Arrahmaan saat kegiatan berlangsung, didampingi Kepala SMP Negeri 1 Medan, Hj. Rohanim, S.Pd., M.M, (22/7/2026).
Menurutnya, Indonesia memiliki banyak pelajar berbakat yang berpotensi bersaing di tingkat internasional apabila memperoleh pembinaan dan akses terhadap pendidikan teknologi yang memadai. Karena itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak bangku sekolah menjadi salah satu langkah penting untuk mencetak talenta digital masa depan.
Sementara itu, Kepala Bidang Aplikasi dan Informatika Dinas Kominfo Kota Medan, Ahmad Khaidir, S.Kom., M.T., menjelaskan program tersebut akan menjangkau 25 sekolah menengah pertama di berbagai wilayah Kota Medan.
“Kita akan melaksanakan pelatihan terhadap anak-anak SMP di Kota Medan. Targetnya ada 25 SMP dengan total peserta sekitar 5.000 siswa. Melalui pelatihan ini, kita ajarkan bagaimana menggunakan AI secara bijak, tepat, dan produktif,” jelas Ahmad Khaidir.
Ia menambahkan, pelatihan tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam menumbuhkan minat pelajar terhadap bidang teknologi digital sekaligus membuka peluang lahirnya talenta-talenta muda yang memiliki kompetensi di bidang kecerdasan buatan.
“ Ke depannya, para siswa yang memiliki potensi akan terus dibina untuk meningkatkan kemampuannya agar dapat memberikan kontribusi positif bagi kemajuan Kota Medan,” tutupnya.
Program literasi digital seperti ini dinilai semakin relevan seiring meningkatnya penggunaan teknologi AI di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, dunia kerja, hingga layanan publik. Pembekalan sejak usia sekolah diharapkan dapat membantu siswa memanfaatkan teknologi secara etis, kreatif, dan produktif, sekaligus meningkatkan daya saing mereka di era transformasi digital.












