Scroll untuk baca artikel
MEMPROSES ADSENSE...
Humaniora

TGD Prabu: Beramal Tanpa Ilmu Bisa Menjerumuskan pada Kesesatan

×

TGD Prabu: Beramal Tanpa Ilmu Bisa Menjerumuskan pada Kesesatan

Sebarkan artikel ini

Pesan itu disampaikan dalam Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Surau MIFA, Deli Tua, Deliserdang, dengan tema “Menguak Hakikat Sejati Diri Nabi Besar Muhammad SAW”.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bertema “Menguak Hakikat Sejati Diri Nabi Besar Muhammad SAW” digelar di Surau Majelis Ilmu Fardhu Ain (MIFA), Deli Tua, Deliserdang, Senin (24/08/2026) malam. (kedannews.co.id/Foto: Ist)

DELISERDANG, kedannews.co.id – Pentingnya menuntut ilmu sebelum beramal menjadi salah satu pesan utama Tuan Guru Deli (TGD) Prabu Kresna Erde SSos dalam Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Surau Majelis Ilmu Fardhu Ain (MIFA), Deli Tua, Deliserdang.

Dalam tausiah yang disampaikan Senin (24/08/2026) malam itu, TGD Prabu menekankan bahwa amal keagamaan tidak cukup hanya dilakukan tanpa pemahaman ilmu. Menurutnya, persoalan tersebut berkaitan erat dengan pemahaman terhadap hakikat Nabi Muhammad SAW.

MEMPROSES ADSENSE...

“Beramal tanpa ilmu adalah kesesatan yang amat sangat,” ungkap TGD Prabu dalam tausiah tersebut.

Peringatan Maulid Nabi mengangkat tema “Menguak Hakikat Sejati Diri Nabi Besar Muhammad SAW”. Kegiatan itu dihadiri Tuan Imam Hanafi, putra Almuqarom Tuan Guru KH Ali Mas’ud yang mengembangkan Ilmu Fardhu Ain di Sumatera Utara, serta Ketua Yayasan Majelis Ilmu Fardhu Ain (MIFA) Sudirman.

Selain tausiah, kegiatan diisi lantunan ayat suci Alquran oleh Al-Fatih Muhammad Erde. Rangkaian acara juga dimeriahkan marhaban yang dipimpin Hj Safarida Silalahi.

Dalam penjelasannya, TGD Prabu menyampaikan pandangan mengenai tiga fase zahir Nabi Muhammad SAW berdasarkan keterangan seorang ulama pewaris para nabi.

Ia menjelaskan, fase pertama berada pada keadaan ketika belum ada konsep waktu dan tempat. Pada fase tersebut, menurut penjelasannya, belum ada makhluk maupun alam sebagaimana yang dikenal manusia.