“Apalagi kita manusia. Tak ada satupun makhluk. Hanya alam sunyi. Inilah hakikat Nabi Muhammad, zat yang maha suci,” tuturnya.
Selanjutnya, TGD Prabu menyebut fase kedua berkaitan dengan kelahiran Nabi Muhammad SAW melalui Siti Aminah. Menurut dia, kelahiran tersebut kemudian disertai berbagai peristiwa yang menjadi bukti kebesaran Allah SWT.
Sementara fase ketiga, lanjutnya, berkaitan dengan munculnya Alquran, hadist dan sunnah.
“Dan zahir yang ketiga adalah munculnya Alquran, hadist dan sunnah,” pungkasnya.
Sementara itu, Tuan Imam Hanafi dalam kesempatan tersebut mengajak jemaah untuk memperkuat rasa syukur kepada Allah SWT serta memperbanyak salam dan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
Hanafi mengatakan, tema yang diangkat diharapkan tidak berhenti pada pengenalan Nabi Muhammad SAW secara pengetahuan, tetapi mendorong umat untuk mencintai dan mengikuti ajaran serta jalan kehidupan Rasulullah.
“Bukan hanya sekedar tahu, bukan juga hanya sekedar mengenalinya. Tetapi juga dapat mencintai dan mengikuti jalan-jalannya,” imbaunya.












